Yuk, Menanam Terong Lalap Bersama BMW !

“Terong lalap…” hmm.. salah satu santapan favorit saya. Terongnya ditanam organik, dipetik masih muda. Rasanya renyah agak manis. Dicoel sambal, disandingkan dengan cobek ikan gurame dan kerupuk, dengan nasi pulen Cianjur yang harum. Dimakannya di saung bambu, di pinggir ladang, sambil menemani para petani yg sedang memetik cabai… bersenda gurau. Angin pesawahan bertiup sepoi-sepoi.. suara air gemericik di sungai kecil.. ditemani burung-burung kecil bersuit-suit… Ah, alangkah indahnya… tiada duanya… membuat betah saja hidup di dunia ini…  :)

Selepas intro, mari langsung tancap saja bagaimana menanam terong itu. Saya akan kasih cara sederhana bagaimana menanam terong dari awal, secara organik, tanpa kimia, dengan pupuk BMW. Meskipun sederhana, tapi insya allah hasilnya lumayan. Toh, tanaman terong – menurut saya – termasuk tanaman yang mudah dibudidaya. Mudah tumbuh dan umurnya bisa panjang. Hama dan penyakitnya tidak begitu bikin senud-senud seperti tanaman budidaya lain. Hebatnya lagi, harga jual di pasaran pun lumayan menggoda dan relatif stabil. Jadi bagi para petani dan para hobies di rumah, mengapa tidak mencoba menanam terong lalap?? Yuk, singsingkan lengan baju..

1. Pertama-tama belilah bibit terong bulat tersebut dari toko pertanian/toko pupuk terdekat, atau beli langsung ke petani kalau ada. Yang kami gunakan di sini adalah bibit terong lokal, dari petani. Konon lebih diminati dibanding bibit toko.

2. Bila bibit dibeli dari petani, sebaiknya dijemur dulu 1-2 hari di terik matahari.

3. Kemudian rendamlah bibit di dalam mangkok dengan larutan POC BMW, selama 3 jam saja. Dosisnya, air hangat 3/4 mangkok + POC BMW 1/2 sdm.  Ini akan memacu pertumbuhan kecambah lebih cepat dan menghambat penyakit.

4. Setelah 3 jam, angkat bibit dengan saringan. Kemudian letakkan di sehelai kain kaos yang bersih. Kain kaos tersebut sebelumnya dicelupkan dulu ke air dan diperas sampai airnya tidak menetes.

5. Sekarang lipat-lipat kain sehingga seluruh benih tertutupi.

Kain dilipat-lipat sehingga menutupi seluruh benih.
Gambar 4. Kain dilipat-lipat sehingga menutupi seluruh benih.

6. Lantas masukkan kain ke plastik bersih dan diikatkan. Simpan di laci atau lemari yang aman.

Kain dimasukkan ke plastik dan diikatkan, lalu disimpan sampai berkecambah.
Gambar 5. Kain dimasukkan ke plastik dan diikatkan, lalu disimpan sampai berkecambah.

7. Dengan perlakuan POC ini, benih biasanya mulai berkecambah setelah 4 hari. Jadi hampir 2x lebih cepat dari cara biasa petani. Buka dan periksa apakah benih Sahabat sudah berkecambah.

8. Bila sudah berkecambah, masukkan satu per satu benih berkecambah tersebut ke polibag semai, secara hati-hati. (Gunakan batang korek api untuk mengambil benih dan meletakkannya ke polibag).

Dua daun "bayi" muncul dan tegak serempak pada hari ke 2.
Gambar 6. Dua daun “bayi” muncul dan tegak serempak pada hari ke 2.

Polibag semai ini adalah media semai, terdiri dari bahan: Kompos/kotoran hewan yang sudah matang + Tanah, dengan perbandingan 1:1. Ukuran plastik polibagnya 6×8 cm, atau terserah Sahabat. Bagian bawah atau bagian pojok plastik tersebut dilubangi dulu sebanyak 2 lubang agar air tidak menggenang benih saat disiram nanti.

Dalam 1 atau 2 hari setelah semai, biasanya muncul 2 daun pertama yang dikenal dengan kotiledon (disebut juga kotil atau daun lembaga).

Dengan sentuhan POC BMW, benih lebih cepat berkecambah dan tumbuh montok.
Gambar 7. Dengan sentuhan POC BMW, benih lebih cepat berkecambah dan tumbuh montok.

9. Setelah begini, benih tinggal disimpan di lokasi yang aman (terutama dari gangguan hewan, seperti ayam). Letakkan di lokasi yang tersinari matahari, namun harus dinaungi plastik tebal agar sinar matahari tidak terlalu menyengat dan benih terlindung dari hujan.

10. Sahabat pun tinggal merawat baby terong ini sampai siap pindah tanam ke lahan. Perawatannya cukup dengan rutin menyiramnya, sekali sehari (bila cuaca lembap), atau dua kali sehari (bila cuaca panas). Jangan sampai benih kekeringan, karena bisa langsung mati. Jangan pula medianya terlalu basah karena bisa mengundang penyakit terutama busuk phytium. Gunakan embrat/gembor atau plastik bekas akua gelas yang dibolongi paku (4-5 lubang) untuk menyiram benih ini.

11. Penanaman dilakukan bila benih sudah memiliki 4-5 helai daun sempurna, biasanya berumur 4-5 mingguan.

Sampai di sini artikel pembuka menanam terong ini. Mari ikuti perkembangannya pada artikel selanjutnya: 7 Hal Vital dalam Merawat Benih Sayuran Organik di Pembibitan, dan jangan lupa isi komentar untuk berdiskusi.  Kami senang sekali bila Sahabat berbagi ilmu dan pengalaman dengan kami dan para pemirsa lainnya. Bila ada pertanyaan silakan kontak kami: 0821-1547-5387. Wassalam.

SERI ARTIKEL INI:

  1. Yuk, Menanam Terong Lalap Bersama BMW !
  2. 7 Hal Vital dalam Merawat Benih Sayuran Organik di Pembibitan

***

 

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




The following two tabs change content below.

taniorganik

Latest posts by taniorganik (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *