Tips Merawat Tanaman Mentimun – Bpk. Andi, Tasikmalaya, 2014

3 August, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Tips Merawat Tanaman Mentimun –  Bpk. Andi, Tasikmalaya, 2014

Budidaya Mentimun 100% Organik: Tanpa Pupuk Kimia, Tanpa Pestisida Kimia  – Bpk. Andi di Tasikmalaya, 2014

Artikel kita kali ini tidak lain kelanjutan dari seri budidaya mentimun yang kami tulis sebelumnya: Tahap Demi Tahap: Bertani Mentimun Organik (Pak Andi, Tasikmalaya, 2014). Silakan dibuka terlebih dahulu bila sahabat TaniOrganik belum membacanya.

Seperti telah disinggung, Bapak Andi, yang membudidaya mentimun di bawah ini adalah sangat pemula dalam pertanian. Mentimun ini adalah tanaman budidayanya yang pertama. Jadi betul-betul belajar dari nol. Pengetahuan pak Andi dalam bertani mentimun hanya mengandalkan bimbingan kami (tim TaniOrganik) dan sharing pengalaman para petani sekitar yang sering ia kunjungi. Namun alhamdulillah, hasil budidaya mentimun perdananya ini ternyata oke punya, melampaui para petani pada umumnya di wilayah kami, Tasikmalaya. Padahal pak Andi tidak menggunakan pupuk kimia/NPK sama sekali, apalagi insektisida dan fungisida kimia. Budidaya mentimunnya 100% ORGANIK. Pak Andi hanya mengandalkan pupuk kandang kambing etawa (yang didinginkan terlebih dahulu), pupuk KOCOR BMW (sebagai pengganti NPK), dan POC BMW (sebagai nutrisi perangsang tumbuh dan perangsang buah).

4. Perawatan
Setelah bibit mentimun ditanam maka tahap selanjutnya adalah merawat atau memelihara mentimun agar tumbuh dengan baik. Terdapat beberapa bagian dalam perawatan mentimun seperti ;
– Pengairan
Pengairan bisa dilakukan setelah tanaman berkecambah diumur 1-4 hari, lalu saat tanaman memiliki batang atau daun pada umur 15 sampai dengan 20 hari. Tanah jangan sampai terlihat lembab, karena akan tidak baik untuk pertumbuhan tanaman mentimun, pengairan sampai tanah terlihat basah.

– Pemupukan

– Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang mentimun biasanya adalah Gulma, hama, kepik hijau dan karat daun.
– Untuk Gulma pengendaliannya dengan pestisida Roundup yang diberikan saat tanam maupun saat tanaman mulai berbunga.
– Kepik

Sanitasi Lahan

Salah satu penghambat produksi mentimun adalah adanya penyakit yang lebih dominan dari pada hama. Karena itu, lakukan penyiangan rumput dan gulma di sekitar tanaman secara rutin terutama jika teknik penanaman tanpa menggunakan mulsa plastik hitam perak untuk mencegah perkembangan penyakit.

Pengairan

  • Mentimun termasuk buah yang berair. Karena tanaman timun menghasilkan buah dari batang bagian bawah sampai ke atas, maka di perlukan kondisi tanah yang lembab dan stabil. Karena itu, lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada musim kemarau, untuk menciptakan kelembapan tanah yang ideal.]
  • Sebaliknya, perakaran mentimun sangat sensitif terhadap kelembapan tanah yang terlalu tinggi. karena itu, lakukan perbaikan saluran drainase ketika penanamannya dilakukan pada musim hujan. Tujuannya, agar air hujan tidak sempat menggenang di dalam selokan.

Mentimun mulai berbunga pada 20 hari setelah tanam dan berbuah setelah 40 hari. Panen pertama budidaya mentimun biasanya dilakukan setelah 75 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1-1,5 bulan. Panen bisa dilakukan setiap hari, umumnya bisa dipetik 1-2 buah per tanaman.

 

Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

 

Panen dan Pascapanen Mentimun :

Buah mentimun mulai bisa di panen ketika tanaman berumur 32 – 35 HST.
Perkembangan buah mentimun termasuk cepat. Pada umumnya, kegiatan panen di lakukan setiap hari sampai akhir masa panen.
Lakukan pemanenan dengan memperhatikan ukuran mentimun yang sesuai dengan permintaan pasar. Pasar supermarket memerlukan mentimun sayur dengan dua kemasan sebagai berikut.

  • mentimun acar yang panjang buahnya sekitar 10 – 15 cm, Berbentuk lurus, serta kulit mulus dan segar.
  • Mentimun besar yang panjang buahnya 15 – 20 cm, berbentuk lurus, serta kulit mulus dan segar.
  • khusu Untuk Mentimun jepang, kriterianya panjang 20 – 30 cm dan garis tengah 3 – 4 cm, bentuk buah lurus dan kulit mulus, masih muda dan segar.

Setiap pemanenan, kumpulkan hasil panen di tempat teduh atau gudang berventilasi.

Lakukan Grading untuk grade mentimun acar dan mentimun besar. untuk mentimun jepang, lakukan sortasi mutu. Penyortiran atau grading sebaiknya dilakukan sekaligus sambil menyusun mentimun di dalam boks plastik berkapasitas 20 kg atau 40 kg. Susun mentimun secara teratur agar buah tidak patah pada saat pengangkutan ke pasar.

Kriteria di luar grade mentimun acar dan mentimun besar termasuk ke grade C dengan spesifikasi bentuk bengkok, kulit kurang mulus, tetapi performa buah segar. Buah yang termasuk ke Grade C bisa langsung di kemas ke dalam karung jaring untuk di jual ke pasar tradisional.

Mentimun sudah memasuki masa siap panen saat berumur 75 hari dari waktu tanam. Panen bisa dilakukan setiap hari secara bertahap dengan mengambil terlebih dahulu buah yang sudah siap panen. Setelah panen buah mentimun harus dikemas dalam kemasan yang baik untuk menghindari kerusakan, karena buah ini memiliki kulit yang rentan dan gampang rusak.
Selain itu setelah dipanen, mentimun juga harus diletakan dalam suhu yang sejuk karena buah ini rentan sekali kehilangan cairan jika ditempatkan dalam cuaca yang panas, sehingga agar buah tetap terjaga kesegarannya harus ditempatkan dalam cuaca yang baik.

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat silakan dishare di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK : 0896-6673-9495

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>