Tahap Demi Tahap : Menanam Mentimun Organik di Pot

1 May, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Tahap Demi Tahap : Menanam Mentimun Organik di Pot

Mentimun merupakan sayuran yang bergizi dan mudah ditanam, panennya pun cepat. Kurang lebih satu bulan setelah tanam, Anda sudah bisa memanennya. Menanam mentimun tidak harus di lahan pertanian atau lahan yang luas. Bahkan di media pot, polibag atau ember bekas pun tidak masalah. Kita bisa memanfaat pekarangan rumah sehingga pemandangan di sekitar rumah terlihat lebih hijau segar dan bikin betah. Lebih dari itu, dengan menanam mentimun sendiri, kita tidak perlu membeli mentimun ke pasar atau minimarket 🙂

Sekarang, ayo ikuti saja tahapan menanam mentimun ini bersama TaniOrganik. Ingat, kita akan menanamnya secara organik, jadi tidak melibatkan pupuk kimia maupun pestisida kimia. Kesehatan dan keamanan bagi keluarga tercinta adalah hal yang utama. Yuk, lakukan dengan semangat!

TAHAPAN
1. Membeli benih mentimun
Jika kita tidak membenihkan sendiri, kita bisa membeli benih mentimun di toko pupuk atau toko pertanian terdekat. Bisa juga mengordernya secara online. Dari manapun Sahabat mendapatkannya, pastikan benih yang dipesan adalah benih yang berkualitas dan terpercaya.

Jika Sahabat tak ingin repot, sahabat dapat memesan benih mentimun ini kepada kami:

mentimun-wulan-f1-cap-panah-merah-01

2. Menyiapkan pot/wadah/polibag.

Sahabat memerlukan wadah yang cukup besar sebagai tempat untuk menanam mentimun, minimal berdiameter 40 cm dan tinggi 30 cm. Ketimun meskipun jenis varietasnya kerdil, namun tetap membutuhkan banyak ruang untuk tumbuh. Sahabat juga dapat menanam mentimun dalam pot gantung, asal tetap ukurannya mencukupi. Pastikan wadah atau pot yang Sahabat gunakan diberi beberapa lubang di bagian dasarnya untuk membuang air penyiraman.
Pot yang sudah diisi batu kerikil

Gambar 2. Pot yang sudah diisi batu kerikil

3. Tempatkan beberapa batu kerikil atau pecahan genteng di dasar pot

Kerikil membantu menjaga drainase sehingga akar tanaman terhindar dari tergenang air atau media terlalu lembab. Sahabat juga dapat menempatkan mangkuk plastik kecil secara terbalik (dengan lubang drainase) di tengah pot besar tersebut jika tidak ingin menggunakan batu kerikil.

4. Isilah wadah dengan media tanam

Setelah dasar pot diisi kerikil, sekarang isilah pot dengan media tanam yakni campuran tanah dan kompos. Perbandiangannya 50% tanah : 50% kompos. Bila Sahabat tidak membuatnya sendiri, kompos bisa dibeli di toko pupuk atau toko tanaman hias. Kompos juga dapat diganti dengan pupuk kandang, misalnya pupuk kandang ayam, burung, atau kambing. Namun tetap pupuk kandang tersebut harus sudah matang (jangan langsung diambil dari kandang).

Mengisi wadah dengan media tanam: kombinasi tanah dan kompos.

Gambar 3. Mengisi wadah dengan media tanam: kombinasi tanah dan kompos.

5. Menyiapkan benih untuk disemai

Kalau hanya untuk menanam di pot atau wadah, kita tentu hanya memerlukan beberapa biji benih saja untuk disemai, sekitar 3 sampai 4 biji. Kita akan menyemainya langsung di pot yang sudah diisi dengan media tanam (tanah dan kompos) tadi.

Menyiapkan beberapa biji mentimun untuk disemai.

Gambar 4. Menyiapkan beberapa biji mentimun untuk disemai.

 

5. Menyemai benih

Menyemai benih cukup dengan mengubur biji-biji mentimun pada media tanam, pada kedalaman sekitar 12 mm atau 1 cm. Jangan terlalu dalam. Meskipun kita hanya akan memelihara 1 pohon, namun kita menyemainya 3-4 biji untuk mengantisipsi gagal tumbuh jika hanya 1 biji.

Menyemai benih mentimun

Gambar 5. Menyemai benih mentimun.

6. Menyiram media tanam

Setelah itu media tanam kita airi dengan disiram menggunakan embrat cukup basah, secara perlahan-lahan sehingga benih-benih tidak terlempar atau menyembul keluar.

Menyiram media tanam

Gambar 6. Menyiram media tanam

7. Menempatkan pot di lokasi yang tersinari matahari 

Untuk berproduksi dengan baik, tanaman mentimun membutuhkan sinar matahari penuh, setidaknya 6 jam dalam sehari. Jadi tempatkan pot Sahabat di lokasi yang tersinari matahari.

Menempatkan pot di lokasi yang tersinari matahari secara penuh

Gambar 7. Menempatkan pot di lokasi yang tersinari matahari

8. Merawat benih sampai tumbuh 

Hanya perlu beberapa hari saja benih mentimun sampai tumbuh, sekitar 5-7 hari. Biarkan benih-benih itu tumbuh membesar, yang perlu kita lakukan adalah memastikan media tanam tidak sampai kekeringan. kalau terlihat kering, maka siram secukupnya saja dengan menggunakan embrat. Jangan terlalu basah sebab bisa menyebabkan benih/tanaman menjadi busuk.
Benih mentimun yang mulai tumbuh

Gambar 8. Benih mentimun yang mulai tumbuh

 

Benih yang mulai tumbuh ditandai dengan munculnya 2 daun bayi

Gambar 9. Benih yang mulai tumbuh ditandai dengan munculnya 2 daun bayi

9. Memilih tanaman yang terbaik

Benih-benih yang sudah tumbuh hanya perlu kita jaga dari berbagai gangguan dan kekeringan. Biarkan sampai berkembang dan memiliki  ketinggian sekitar 20 cm. Tanaman mentimun sangat cepat perkembangannya, dalam hitungan 2-3 hari saja ketinggiannya bisa melesat.

Menjaga benih sampai tumbuh sekitar 20 cm

Gambar 10. Menjaga benih mentimun sampai tumbuh tinggi sekitar 20 cm

Setelah mencapai tinggi sekitar 20 cm (1 jengkal), maka pilihlah satu tanaman mentimun yang terlihat paling prima pertumbuhannya (paling subur, sehat dan kuat). Beberapa pohon sisanya kita cabut saja. Tanaman yang terpilih ini akan kita pelihara sampai panen.

Hanya memilih satu tanaman yang terbaik pertumbuhannya.

Gambar 11. Hanya memilih satu tanaman yang terbaik pertumbuhannya.

 

10. Memasang tongkat lanjaran
Tanaman mentimun membutuhkan lanjaran/tongkat ajir sebagai media untuk bersandar dan merambat. Tongkat lanjaran ini umumnya dari bambu, dengan ketinggian sekitar 1,5 – 2 meter. Jangan menunggu lama untuk memasang lanjaran, karena tanaman mentimun sangat pesat pertumbuhannya dari hari ke hari, terutama jika sinar matahari yang diterima cukup optimal dan media tanamnya berkualitas.
Segeralah memasang tongkat lanjaran/ajir saat tanaman mentimun mencapai tinggi 20 cm

Gambar 12. Segeralah memasang tongkat lanjaran/ajir saat tanaman mentimun mencapai tinggi 20 cm

11. Lakukan penyiraman secara rutin

Penyiraman sangat penting saat Sahabat menanam mentimun di wadah, hal ini karena mentimun hanya mengandalkan air yang kita berikan, berbeda dengan menanam di lahan pertanian. Setiap hari, Sahabat harus memastikan media tanam cukup lembab, namun jangan sampai sangat lembab apalagi tergenang air. Media yang terlalu lembab malah sering mengundang penyakit yang akan menyerang tanaman.

12. Lakukan pemupukan secara rutin

Sebagaimana halnya manusia, tanaman pun memerlukan “makan” rutin. Oleh karena itu agar mentimun kita tumbuh subur dan berproduksi, maka kita perlu memupuknya secara rutin. Untuk mentimun, pemupukan cukup 10 atau 14 hari sekali. Para petani umumnya menggunakan pupuk NPK kimia, namun karena kita bertekad membuidayanya secara organik, maka pelarian kita adalah pupuk kompos atau kotoran ternak yang sudah matang. Cukup sekitar satu-dua genggam kompos per pot. Atau, bila ingin lebih subur lagi, cobalah tanaman dipupuk dengan pupuk KOCOR BMW. Dosisnya 1/2 sdm per pot, lalu disiram dengan air sekitar 2 gelas.

Bila Sahabat menginginkan tanaman mentimunnya berbuah lebih maksimal, jangan lupa tanaman disemprot juga dengan pupuk perangsang, misalnya POC BMW, 10 hari sekali. Perubahannya insya alloh sangat mencolok 🙂

FOTO PRODUK PUPUK BMW TANIORGANIKCOM

Produk TaniOrganik: NOPATEK, ANTILAT, POC BMW, KOCOR BMW

12. Pemangkasan daun dan cabang

Tanaman mentimun umumnya memproduksi daun dan cabang yang melimpah. Oleh karena itu agar energi pertumbuhan tanaman tetap terkendali, Sahabat perlu melakukan pemangkasan daun-daun dan cabang-cabang bila terlihat berlebihan. Daun-daun lebih tua (di bagian bawah) dan daun-daun yang menguning/terserang penyakit penting untuk dibuang agar penyakit tidak menyebar.

Itulah tahapan ringkas dari bercocok tanam mentimun di sebuah wadah atau pot. Tentu ada banyak metode lainnya yang mungkin sedikit berbeda, namun metode yang dipaparkan disini bisa Sahabat praktekkan dengan baik. Hal yang terpenting dari semua adalah kesungguhan kita: mempelajari ilmunya dan telaten dalam merawatnya. Sekian, semoga berkah dan bermanfaat. amiin…

*****

Jika ingin masuk syurga, maka taatilah perintah-perintah Alloh SWT” 🙂

 

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>