Petik Terusss… Sampai Pegal ! [Cabe Pak Rachmad di Parepare, 2014]

20 June, 2014 Kesaksian  4 komentar

Petik Terusss… Sampai Pegal !  [Cabe Pak Rachmad di Parepare, 2014]

Menerapi Tanaman Cabai Yang Mandul Berbuah – Mengatasi tanaman cabai yang malas berbuah atau buahnya minim karena bunganya rontok terus, sering membuat frustasi para petani atau bahkan para pecinta berkebun di rumah. Sudah di pupuk NPK atau kompos yang banyak, eh, tetap saja mandul berbuah. Khasiat pupuk seolah-olah “mental” atau tak ngaruh bagi tanaman. Apanya yang salah? Saya harus berbuat apa lagi? masa harus mupuk lebih banyak dan lebih sering lagi? Ini tanah sampai keras begini kayak coran semen! 🙂

Kasus seperti ini tidak sedikit, bahkan sepertinya sebagian besar petani pernah mengalaminya. Saat kita telah memberikan begitu banyak pupuk, tak tahunya tanaman adem ayem saja tidak bereaksi. Padahal pupuk tersebut merk terkenal dan harganya mahal. Padahalnya lagi, kandungan yang tertera di label kemasannya cukup menjanjikan. Sungguh membingungkan!

Tanaman cabai pak Rachmad di Parepare, Sulsel, yang tumbuh merana sebelum diterapi dengan POC BMW.

Gambar 1. Tanaman cabai pak Rachmad di Parepare, Sulsel, yang tumbuh merana sebelum diterapi dengan POC BMW. (Kiriman foto tgl 11 Mei 2014)

Sahabat TaniOrganik, pemahaman tentang “makanan” tanaman hendaknya kita juga tidak mengesampingkan tentang bagaimana tanaman bisa “menerima” atau mau menyantap makanan tersebut. Sebab percuma kita ngasih makanan banyak tapi tidak dimakan oleh tanaman. Kita bicara sederhana saja, biar mudah dimengerti. Kita ibaratkan tanaman adalah tubuh kita sendiri. Ada situasi di mana kita malas untuk makan atau tidak berselera. Biasanya situasi ini adalah saat kita sedang sakit, terutama sakit pencernaan. Dikasih makanan yang paling enak pun, sudah bisa ditebak, kita akan menolak. Nah, tidak jauh berbeda dengan tanaman. Tanaman biasanya tidak akan secara optimal menyerap unsur hara saat media tanamnya (tanah) dalam keadaan rusak atau “sakit”. Dalam konteks ini, tanah yang sakit adalah tanah yang miskin dengan mikroorganisme penyubur, seperti bakteri pengurai dan cendawan menguntungkan.

Tanaman cabai juga nampak kekurangan Nitrogen. Daun-daunnya banyak menguning, tidak hijau segar seperti biasa.

Gambar 2. Tanaman cabai juga nampak kekurangan Nitrogen. Daun-daunnya banyak menguning, tidak hijau segar seperti biasa. Menurut hemat kami, bukannya pasokan pupuknya yang kurang, namun pupuk tersebut tidak dimakan secara optimal oleh tanaman! 

Peran dari mikroorganisme di dalam tanah bukan main pentingnya bagi tanaman. Dengan hadirnya mikroorganisme, tanaman mendapatkan sari-sari makanan yang siap santap dari hasil gawe mikroorganisme yakni mengurai unsur-unsur hara penting. Ironisnya, kehadiran mikroorganisme ini semakin hari semakin tergerus karena selalu kita ganggu dengan pemupukan kimia dan penggunaan pestisida kimia secara terus menerus. Alhasil, tanaman pun tumbuh merana dan tidak bisa berproduksi secara optimal dan tanah menjadi keras.

Hanya ditemukan beberapa buah cabai saja, dan kemunculan bunga-bungan baru seolah berhenti.

Gambar 3. Hanya ditemukan beberapa buah cabai saja, dan kemunculan bunga-bunga baru seolah berhenti.

Pada artikel kali ini kami tampilkan gambar-gambar kiriman dari mitra kami yaitu bapak Rachmad di Parepare, Sulawesi Selatan. Pak Rachmad mengisahkan bahwa pada mulanya tanaman cabe rawitnya tumbuh memprihatinkan sebagaimana terlihat pada Gambar 1 , 2, dan 3. Pertumbuhan tanaman kerdil, cabang sedikit, bunga minim dan selalu rontok. Tanaman benar-benar seperti terkunci untuk berkembang dan berproduksi. Kita perhatikan juga bahwa kondisi tanah di lahan cabai pak Rachmad ini sepertinya keras dan gersang, bisa dibilang ekstrim untuk sebuah lahan pertanian.  

Pak Rachmad dan buah hati tercinta 🙂

Kita mungkin berpikir, memberikan terapi untuk tanaman cabe pak Rachmad dengan kondisi kritis seperti ini cukup sulit. Namun alhamdulillah hal itu tidak sesulit yang dibayangkan. Pak Rachmad mencoba mengatasinya dengan mengaplikasikan POC BMW dengan dosis 2 tutup per 12 liter air, disemprotkan. Tak dinyana, hasilnya sangat menggembirakan. Tanaman cabai secara berangsur menunjukkan pemulihan.  4 hari setelah penyemprotan POC BMW,  tanaman mulai rimbun karena muncul cabang-cabang baru. Bunga tidak rontok lagi dan buah cabai pun mulai terlihat berkembang.

Penampakan tanaman: 4 hari setelah penyemprotan POC BMW. Tanaman mulai menunjukkan perubahan. Muncul cabang-cabang baru, bunga tidak rontok lagi, dan buah mulai terlihat bermunculan.

Gambar 4. Penampakan tanaman: 4 hari setelah penyemprotan POC BMW. Tanaman mulai menunjukkan pemulihan. Muncul cabang-cabang baru, bunga tidak rontok lagi, dan buah cabai mulai terlihat bermunculan.

Selang 11 hari kemudian, tepatnya 22 Mei 2014, pak Rachmad melaporkan lagi bahwa pertumbuhan cabenya kini semakin menjadi-jadi. Baru 2 kali penyemprotan POC BMW dengan dosis standar, hasil panennya melimpah, sampai capek metik cabenya 🙂 Produksi cabe luar biasa ditambah keseragaman kematangan buah cabenya.

Dua kali penyemprotan POC BMW, tanaman cabai rawit ini menjadi subur dan berbuah sangat produktif.

Gambar 5. Dua kali penyemprotan POC BMW, tanaman cabai rawit ini menjadi subur dan berbuah sangat produktif.

Bpk. Rachmad merasa bersyukur dengan perkembangan cabe rawitnya yang sangat memuaskan. Namun karena buahnya terlalu melimpah, konon metiknya sampai kewalahan. Buah-buah cabe bermunculan saling “berkejaran” mirip lari estafet, panennya 3x dalam seminggu 🙂 

Gambar 6. Produktivitas yang tinggi, menghasilkan panen yang besar dan mengangkat pendapatan petani.

Yang kami ketahui, bapak Rachmad ini penggiat pertanian organik di wilayahnya. Semangatnya untuk berorganik patut kita contoh. Pemupukan dan perawatan tanaman cabenya lebih mengutamakan secara organik daripada kimia.  

Kandungan mikroba dalam POC BMW, membuat pupuk yang kita tabur menjadi lebih reaktif dan diserap oleh tanaman, insya alloh.

Gambar 7. Kandungan mikroba dalam POC BMW, membuat pupuk yang kita tabur menjadi lebih reaktif dan diserap oleh tanaman, insya alloh.

Bagaimana Caranya?

Untuk menghasilkan tanaman cabai rawit yang subur dan produktif seperti ini, cobalah Sahabat TaniOrganik secara rutin memberikan kompos atau pupuk kandang matang pada tanaman cabenya, misalnya sebulan sekali. Dosisnya sekitar 0,5 – 1 kg per pohon. Kemudian semprotkan POC BMW secara rutin, misalnya 10 hr sekali. Cukup 2 sampai 3  tutup botol saja per 15 liter air. Sasaran penyemprotan adalah seluruh daun (atas-bawah daun), ranting/cabang, batang, sampai pangkal batang/akar. Penyemprotan pada pangkal batang/tanah sangat membantu menyuburkan tanah, “menghidupkan” tanah dengan mikroba penyubur dan menghasilkan unsur hara yang siap makan oleh tanaman. Penyemprotan dianjurkan pada pagi hari atau sore hari. Hindari penyemprotan di tengah hari di mana sinar matahari sedang terik-teriknya.

Kompos pupuk kandang ayam atau burung sangat bagus untuk cabai rawit atau tanaman palawija berbuah lainnya karena mengandung fosfat dan kalium yang lebih tinggi dari kompos biasa atau pupuk kandang sapi/kambing.  Kompos gedebok pisang juga oke punya. Namun pastikan kompos atau pupuk kandang tersebut benar-benar matang dan berkualitas. Sebab jika tidak, bukannya tanah menjadi subur malah menjadi biang kerok berkembangnya penyakit yang akan menyerang tanaman 🙂 Bagaimana, sudah faham?

Sekarang mari bandingkan penampakan tanaman sebelum dan sesudah diterapi dengan POC BMW:

SEBELUM DITERAPI

Kondisi tanaman sebelum diterapi POC BMW

Gambar 8. Kondisi tanaman sebelum diterapi POC BMW

SESUDAH DITERAPI DENGAN POC BMW

POC BMW, bukan saja mengandung mikroba penyubur namun juga hormon perangsang yang mamacu munculnya bunga dan berkembangnya buah.

Gambar 9. POC BMW, bukan saja mengandung mikroba-mikroba penyubur namun juga hormon perangsang yang mamacu munculnya bunga dan berkembangnya buah.

Sampai disini dulu. Bila ada yang ingin ditanyakan, silakan SMS saja ke no kami:

SMS/Telp: 0821-1547-5387
WhatsApp: 0896-6673-9495
BBM: 53551D73

 

*****

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat silakan dishare di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK : 0896-6673-9495

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

4 komentar untuk Petik Terusss… Sampai Pegal ! [Cabe Pak Rachmad di Parepare, 2014]

  • syamsaini says:

    pak, dmana saya bsa mendapatkan POC bmw, apa sdah tersebaar dseluruh indonesia, saya tinggal di sumatera barat pak. terimah kasih pak .

  • syamsaini says:

    ass.wr,wb. pak saya mw blajar bertani cabe rawit, saya masih awam dalam bertani, apa ciri2 cabe yg bagus untuk dijadikan bibit, terima kasih pak.

  • faisal edsa says:

    Klu boleh tahu, bibit cabai rawit yang ditanam oleh Pak Achmad dari Pare-Pare jenis apa yaa ?

    • taniorganik says:

      harus kami tanya dulu ke yg bersangkutan pak 🙂

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>