Perkembangan Tanaman Cabai Merah Organik (Padakembang, Tasikmalaya) Tumbuh Subur bur… Anti Layu!

January 19, 2013 Teknik Budidaya  Komentar

tanaman cabai organik usia 3 minggu 05

Masih ingatkah dengan gambar di bawah ini? Ya, ini adalah ibu-ibu yang dulu menanam cabai pada demplot kami di Padakembang, Tasikmalaya, Jabar.

Sesuai dengan janji kami, pada kesempatan ini kami ingin melaporkan perkembangan dari pertumbuhan tanaman cabai merah yang kami tanam pada tanggal 29 Desember 2012, sebagai demplot dari pengaplikasian pupuk organik produksi kami (Bumi Makmur Walatra), yang mana artikelnya telah diekspose pada postingan sebelumnya, yang berjudul:

Teknik Budidaya Cabe Merah Secara Organik. Praktek Langsung di Padakembang, Tasikmalaya (29-12-2012), BAG [001]

0000006 - Pasukan Tempur Lapangan Siap Menanam Cabai

Gambar 1. Ibu-ibu penanam cabai merah pada demplot kami.

Pada pengambilan gambar terakhir, tanaman kami menginjak usia 3 minggu. Perhatikan bahwa pertumbuhannya MONTOK-MONTOK dan SEHAT.

tanaman cabai organik usia 3 minggu 02

Gambar 2. Tanaman cabai merah yang montok dan sehat, bahkan sudah muncul bakal bunga/buah.

Di usianya yang masih “belia”, tanaman tampak meninggi dan sudah memunculkan BAKAL BUNGA atau BUAH. Tidak lama lagi akan berkembang cabang utama. Berikut ini penampakan dari atas:

tanaman cabai organik usia 3 minggu 01

Gambar 3. Penampakan tanaman cabai dari atas.

Pemberian Nutrisi Yang Tepat dan Perawatan yang Benar, Menghasilkan Pertumbuhan Tanaman Yang Sehat

Seperti halnya tubuh kita, tanaman membutuhkan nutrisi atau makanan yang tepat, yaitu pupuk, dan perawatan yang baik agar tumbuh sehat dan bugar. Merawat tanaman muda seperti ini, ibaratnya kita merawat bayi atau balita tercinta. Apa yang harus kita lakukan? Tentunya memberikan ASUPAN GIZI yang cukup sesuai kebutuhannya dan MENJAGA KESEHATAN  ”buah hati” kita secara telaten.

tanaman cabai organik usia 3 minggu 03

Gambar 4. Nutrisi dan hormon organik yang lengkap dan seimbang, merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang sehat.

Sebetulnya tidak rumit merawat tanaman sekecil ini. Yang terpenting adalah kita rajin memupuk dan menyemprot tanaman. Namun hal yang vital adalah, “BAHAN APA” dan “SEBERAPA KADARNYA” yang harus diberikan pada tanaman (sesuai usianya tentunya)? Itulah salah satu faktor kunci dari terciptanya tanaman yang sehat dan subur. Salah-salah memilih bahan makanan dan dosisnya, akan berakibat “FATAL ERROR” terhadap pertumbuhan tanaman!

Lantas, apa yang kami berikan pada tanaman kami ini?

tanaman cabai organik usia 3 minggu 05

Gambar 5. Kita terawang lebih dekat lagi, bagaimana kompaknya pertumbuhan tanaman cabai ini.

Khusus dalam praktek di sini, kami merawat tanaman dengan memupuknya dengan bahan organik (Pupuk Organik Padat (POP) BMW  seminggu sekali, dengan cara dikocorkan ke tanaman.

Adapun untuk menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit, kami semprotkan insektisida organik AntiLAT dan fungisida hayati NoPATEK. Dalam setiap penyemprotan ini, tidak lupa kami tambahkan Pupuk Organik Cair (POC) BMW yang di dalamnya mengandung pupuk daun, zpt dan hormon alami pemacu pertumbuhan tanaman. Masing-masing bahan sebanyak 40 ml per tangki 17 lt.

SAMASEKALI KAMI TIDAK MENGGUNAKAN PESTISIDA KIMIA APAPUN !

AntiLAT berfungsi menjaga tanaman dari serangan serangga (termasuk ulat dan kutu-kutuan). Sedangkan fungisida hayati NoPATEK berfungsi menjaga tanaman dari  serangan cendawan terutama layu fusarium dan phytium.

tanaman cabai organik usia 3 minggu 04

Gambar 6. Pertumbuhan tanaman cabai tampak seragam, minim sekali yang terserang layu.

Bertahan di Cuaca Ekstrim

Perlu Sahabat Organik ketahui bahwa cuaca di lokasi kami saat ini cukup ekstrim, di mana hujan mengguyur hampir tiap sore hari, dan kalau siang panasnya minta ampun… hot jeletot banget. Sudah bukan rahasia, kondisi seperti ini sangat riskan bagi tanaman; bisa membuat tanaman STRESS (apalagi tanaman usia “bayi” seperti pada demplot kami). Kurang-kurangnya stamina tanaman fit, banyak di antara tanaman menjadi “tumbang”.  Selain itu, curah hujan yang tinggi menciptakan kondisi lembab pada lahan. Hal ini tak pelak menyuburkan patogen tanah terutama cendawan penyebab penyakit. Pada tanaman cabe, cendawan yang lazim menginfeksi adalah layu fusarium dan antraknosa alias patek.

Untuk usia tanaman “bayi” seperti cabai milik kami, layu fusarium adalah yang paling ditakuti oleh para petani. Namun alhamdulillah sejauh ini tanaman kami sehat-sehat saja. Bahkan berdasarkan pengamatan yang intensif, pada siang hari di bawah terik matahari menyengat pun tanaman kami tetap tegak dan “energik”, tidak menunjukkan “letih”. Daun-daun tetap segar tidak terkulai. Memang ada yang terkena layu dan mati, namun kami perkirakan jumlahnya tidak seberapa, masih di bawah 2%.

Berbeda dengan kawan kami, Pak Jaja, yang masih menerapkan pola budidaya basis KIMIA, tanaman cabai miliknya hampir ludes semua terkena fusarium. Populasi penanaman yang seharusnya 2000 pohon, sampai-sampai menghabiskan 6000 pohon bibit untuk menyulam! ck..ck..ck… (Pak Jaja ini menanam cabai pada hari yang sama dengan kami).

tanaman cabai organik usia 3 minggu 06

Gambar 7. Pengambilan gambar tanaman cabai dari sudut lain.

Beruntung, kami tidak banyak melakukan penyulaman tanaman. Pola PERTANIAN ORGANIK, telah membantu meningkatkan daya tahan tanaman cabai kami dalam kondisi ekstrim. Lebih dari itu, kami melakukan penyemprotan secara intensif pula dengan fungisida hayati NoPATEK untuk melindungi tanaman dari ancaman layu fusarium dan busuk batang/daun. Pada   kondisi normal, sebetulnya kami cukup menyemprotkan fungisida hayati seminggu sekali atau bahkan lebih lama lagi, namun pada kondisi curah hujan tinggi, kami melakukannya 4 hari sekali.

Sekarang, mari bandingkan kondisi tanaman cabai kami saat ini dengan kondisi pada saat penanaman tempo hari pada gambar 8 di bawah ini. Terlihat bahwa perubahannya mencolok sekali!
0000010 - Benih Cabai Telah Ditanam

Gambar 8. Penampakan tanaman cabai pada saat tanam.

Kami berharap bahwa apa yang kami lakukan dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat organik lainnya di tanah air; bahwa PERTANIAN ORGANIK bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, bukan pula sesuatu yang mahal, melainkan memang memerlukan keseriusan dan tekad yang kuat, pantang menyerah…

*** LEPASKAN SEMUA BEBAN YANG MEMBELENGGU LAHAN BUDIDAYAMU, DENGAN PERTANIAN ORGANIK ! ***

Incoming search terms:

Bookmark this on Google Bookmarks
Bookmark this on Delicious
Share on LinkedIn
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Comment

CAPTCHA
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>