Iseng-iseng Menanam Paprika Secara Organik di Lahan Terbuka

January 14, 2013 Teknik Budidaya  Satu komentar

Menanam paprika di pekarangan terbuka 05

Berniat menanami rumput gajah mini di halaman/pekarangan kantor kami (Padepokan Tani Organik – Bumi Makmur Walatra (BMW)), menjadi urung setelah kami terobsesi ingin menanam paprika secara organik di lahan terbuka. Niatnya sih pingin menanam 5000 pohon, di lahan sawah, tapi karena risiko menanam paprika di lahan terbuka (bukan greenhouse) sangat besar, makanya kami uji coba dulu dalam skala kecil di halaman kantor kami sendiri.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 04

Lahan pekarangan kantor kami, sisi kiri.

Yang kami manfaatkan untuk menanam paprika ini adalah bagian depan dari pekarangan kantor kami, sisi sebelah kanan. Meskipun tidak luas, namun ternyata memuat 100 pohon paprika. Sebetulnya masih ada lahan di samping kanan bangunan kantor kami namun berhubung benih yang kami semai jumlahnya terbatas (cuma 120 pohon), jadinya gak mencukupi ditanami seluruhnya.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 01

Paprika ditanam di atas bedengan sederhana, di depan kantor.

Dalam uji coba ini, kami membuat beberapa jalur bedengan sederhana dan jauh dari kata “layak”. Lebarnya cuma 50 cm, tinggi sekitar 30 cm. Tanpa penutup mulsa. Meskipun begitu, kami cangkuli tanah bedengan ini dengan lembut agar akar tanaman paprika bisa berkembang dengan baik.

Sama sekali kami TIDAK MENAMBAHKAN pupuk kandang ke lahan maupun pupuk kimia (NPK, KNO3, dsb), termasuk kapur pertanian, apalagi nutrisi hidroponik.  Betul-betul hanya tanah murni apa adanya, tanpa pupuk dasar apapun.  Hal ini karena kami ingin melihat bagaimana reaksi atau pertumbuhan tanaman paprika ini dengan menggunakan produk-produk kami nanti, antara lain:

Adapun untuk penanggulangan hama, kami akan menggunakan produk pestisida organik kami yaitu:

  • AntiLAT - insektisida organik untuk menanggulangi serangga, ulat dan kutu-kutuan.
  • NoPATEK - fungisida hayati untuk menanggulangi penyakit jamur dan bakteri, seperti patek/antraknosa, phytium, busuk daun, busuk tangkai, layu fusarium.
Menanam paprika di pekarangan terbuka 02

Kondisi tanaman 1 hari setelah penanaman (11 Januari 2013)

Pemotretan dilakukan pada tanggal 11 Januari 2013, atau satu hari setelah penanaman (penanaman tanggal 10 Januari 2013).

Menanam paprika di pekarangan terbuka 03

Tanaman paprika berumur 1 hari.

Seperti yang pembaca lihat, tanaman paprika “bayi” ini nampak masih segar bugar, daunnya hijau segar dan lumayan lebar. Mungkin cukup berimbang dengan hasil penyemaian modern ala hidroponik.

Benihnya, dari supermarket terdekat

Memang, budidaya paprika yang kami lakukan ini tidak lazim. Mana ditanam di lahan terbuka, mana benihnya pun bukan benih berkualitas alias bermerk, melainkan kami beli buah paprikanya langsung dari supermarket, lalu diambil bijinya, disortir yang bagusnya, dan dijemur! Bukannya ingin melawan arus, melainkan kami ingin mencoba sesuatu yang baru… :)

Media Semai: Tanah comberan pun jadi !

Teknik penyemaian kami sederhana saja, medianya yaitu tanah/lumpur comberan (dari parit kecil di depan bangunan kantor kami) yang dimasukkan ke dalam polibag-polibag kecil (uk. 6×8 cm). Tidak ada campuran pupuk/nutrisi tambahan samasekali.

Tahukah Anda, lumpur comberan adalah anugerah, pupuk alami yang AJAIB!  Di daerah pemukiman sekitar kita, lumpur comberan umumnya berasal dari limbah dapur (biasanya berupa air cucian beras dan sisa-sisa makanan yang dibuang ibu-ibu rumah tangga). Nah, seiring berjalannya waktu, limbah dapur ini akan terurai di parit secara alami oleh jutaan mikroorganisme, sehingga tak kita sadari mereka menjadi pupuk yang siap santap dan menyuburkan tanaman. Jadi, daripada Anda membeli pupuk kimia dari toko, alangkah bijaknya jika Anda memanfaatkan lumpur comberan untuk memupuk tanaman kesayangan Anda di rumah, baik itu bunga hias, tanaman buah, tabulampot, atau lainnya.

Semaian paprika, medianya dari lumpur comberan.

Semaian paprika, medianya dari lumpur comberan!

Seminggu sebelum tanam, semaian ini kami semprot dengan POC BMW, satu kali. Tujuannya untuk menambah energi pada tanaman sekaligus melebarkan daun, menguatkan batang, dan meninggikan tanaman. Adapun lamanya penyemaian (dari mulai biji sampai tanam) adalah 23 hari.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 06

Lahan tak begitu luas pun kami manfaatkan semaksimal mungkin.

Sejauh ini, tanaman kami nampak sehat-sehat saja. Belum nampak terserang hama ataupun penyakit. Tidak tahu esok atau lusa, soalnya tanaman paprika sangat rentan hama dan penyakit, dan kayaknya lebih riskan dari cabai. Kalau kami amati, hama yang biasa menyerang paprika nyaris sama dengan yang menyerang cabai, antara lain: serangga (termasuk lalat buah), ulat, kutu-kutuan (aphid, thrips, kutu daun, dll.), patek/antraknosa, layu fusarium, busuk batang/daun.

Itulah sebabnya mengapa paprika lebih lazim dibudiayakan di dalam ruangan tertutup, atau greenhouse, paling tidak rumah plastik. Selain rentan hama dan penyakit, tanaman paprika ini juga sensitif terhadap suhu tinggi dan sinar matahari langsung.

Silakan Anda menengok laman kawan kita di http://totalfarm.wordpress.com/news/ yang memberikan ilustrasi bagaimana membudidaya paprika secara hidroponik di ruangan tertutup (rumah plastik).

Menanam paprika di pekarangan terbuka 05

Om Yudi (Padepokan Tani Organik – Bumi Makmur Walatra) tengah berpose-ria, berharap uji coba tanaman paprika ini bisa sukses agar bisa menanam lebih banyak lagi di lahan terbuka, tanpa perlu greenhouse!

Sebagai langkah antisipasi, kami akan menyemprot bayi paprika ini dengan AntiLAT dan NoPATEK tiga hari setelah tanam. Adapun pemupukan awal/dasar akan kami lakukan empat hari setelah tanam, yakni dengan menyiramkan Pupuk Organik Padat (POP) BMW. Dosisnya 1 sdm per ember 10 liter. Sederhana sekali!

Bisakah konsep PERTANIAN ORGANIK diaplikasikan sebagai alternatif teknologi hidroponik?? Mari kita uji coba bersama. Simak laporan-laporan kami selanjutnya… :)

Incoming search terms:

Bookmark this on Google Bookmarks
Bookmark this on Delicious
Share on LinkedIn
Bookmark this on Yahoo Bookmark

Satu komentar untuk Iseng-iseng Menanam Paprika Secara Organik di Lahan Terbuka

  • Anonymous says:

    hmm kalo gitu pupuk mestinya g usah beli ya, pake lumpur comberan aja hehe

    btw gmn kabar selanjutnya? koq g ada liputan nya..

Comment

CAPTCHA
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>