Iseng-iseng Menanam Paprika Secara Organik di Lahan Terbuka

Print Friendly

Iseng-iseng Menanam Paprika Secara Organik di Lahan Terbuka

Berniat menanami rumput gajah mini di halaman/pekarangan kantor kami (Padepokan Tani Organik – Bumi Makmur Walatra (BMW)), menjadi urung setelah kami terobsesi ingin menanam paprika secara organik di lahan terbuka. Niatnya sih pingin menanam 5000 pohon, di lahan sawah, tapi karena risiko menanam paprika di lahan terbuka (bukan greenhouse) sangat besar, makanya kami uji coba dulu dalam skala kecil di halaman kantor kami sendiri.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 04
Lahan pekarangan kantor kami, sisi kiri.

Yang kami manfaatkan untuk menanam paprika ini adalah bagian depan dari pekarangan kantor kami, sisi sebelah kanan. Meskipun tidak luas, namun ternyata memuat 100 pohon paprika. Sebetulnya masih ada lahan di samping kanan bangunan kantor kami namun berhubung benih yang kami semai jumlahnya terbatas (cuma 120 pohon), jadinya gak mencukupi ditanami seluruhnya.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 01
Paprika ditanam di atas bedengan sederhana, di depan kantor.

Dalam uji coba ini, kami membuat beberapa jalur bedengan sederhana dan jauh dari kata “layak”. Lebarnya cuma 50 cm, tinggi sekitar 30 cm. Tanpa penutup mulsa. Meskipun begitu, kami cangkuli tanah bedengan ini dengan lembut agar akar tanaman paprika bisa berkembang dengan baik.

Sama sekali kami TIDAK MENAMBAHKAN pupuk kandang ke lahan maupun pupuk kimia (NPK, KNO3, dsb), termasuk kapur pertanian, apalagi nutrisi hidroponik.  Betul-betul hanya tanah murni apa adanya, tanpa pupuk dasar apapun.  Hal ini karena kami ingin melihat bagaimana reaksi atau pertumbuhan tanaman paprika ini dengan menggunakan produk-produk kami nanti, antara lain:

Adapun untuk penanggulangan hama, kami akan menggunakan produk pestisida organik kami yaitu:

  • AntiLAT – insektisida organik untuk menanggulangi serangga, ulat dan kutu-kutuan.
  • NoPATEK – fungisida hayati untuk menanggulangi penyakit jamur dan bakteri, seperti patek/antraknosa, phytium, busuk daun, busuk tangkai, layu fusarium.
Menanam paprika di pekarangan terbuka 02
Kondisi tanaman 1 hari setelah penanaman (11 Januari 2013)

Pemotretan dilakukan pada tanggal 11 Januari 2013, atau satu hari setelah penanaman (penanaman tanggal 10 Januari 2013).

Menanam paprika di pekarangan terbuka 03
Tanaman paprika berumur 1 hari.

Seperti yang pembaca lihat, tanaman paprika “bayi” ini nampak masih segar bugar, daunnya hijau segar dan lumayan lebar. Mungkin cukup berimbang dengan hasil penyemaian modern ala hidroponik.

Benihnya, dari supermarket terdekat

Memang, budidaya paprika yang kami lakukan ini tidak lazim. Mana ditanam di lahan terbuka, mana benihnya pun bukan benih berkualitas alias bermerk, melainkan kami beli buah paprikanya langsung dari supermarket, lalu diambil bijinya, disortir yang bagusnya, dan dijemur! Bukannya ingin melawan arus, melainkan kami ingin mencoba sesuatu yang baru… :)

Media Semai: Tanah comberan pun jadi !

Teknik penyemaian kami sederhana saja, medianya yaitu tanah/lumpur comberan (dari parit kecil di depan bangunan kantor kami) yang dimasukkan ke dalam polibag-polibag kecil (uk. 6×8 cm). Tidak ada campuran pupuk/nutrisi tambahan samasekali.

Tahukah Anda, lumpur comberan adalah anugerah, pupuk alami yang AJAIB!  Di daerah pemukiman sekitar kita, lumpur comberan umumnya berasal dari limbah dapur (biasanya berupa air cucian beras dan sisa-sisa makanan yang dibuang ibu-ibu rumah tangga). Nah, seiring berjalannya waktu, limbah dapur ini akan terurai di parit secara alami oleh jutaan mikroorganisme, sehingga tak kita sadari mereka menjadi pupuk yang siap santap dan menyuburkan tanaman. Jadi, daripada Anda membeli pupuk kimia dari toko, alangkah bijaknya jika Anda memanfaatkan lumpur comberan untuk memupuk tanaman kesayangan Anda di rumah, baik itu bunga hias, tanaman buah, tabulampot, atau lainnya.

Semaian paprika, medianya dari lumpur comberan.
Semaian paprika, medianya dari lumpur comberan!

Seminggu sebelum tanam, semaian ini kami semprot dengan POC BMW, satu kali. Tujuannya untuk menambah energi pada tanaman sekaligus melebarkan daun, menguatkan batang, dan meninggikan tanaman. Adapun lamanya penyemaian (dari mulai biji sampai tanam) adalah 23 hari.

Menanam paprika di pekarangan terbuka 06
Lahan tak begitu luas pun kami manfaatkan semaksimal mungkin.

Sejauh ini, tanaman kami nampak sehat-sehat saja. Belum nampak terserang hama ataupun penyakit. Tidak tahu esok atau lusa, soalnya tanaman paprika sangat rentan hama dan penyakit, dan kayaknya lebih riskan dari cabai. Kalau kami amati, hama yang biasa menyerang paprika nyaris sama dengan yang menyerang cabai, antara lain: serangga (termasuk lalat buah), ulat, kutu-kutuan (aphid, thrips, kutu daun, dll.), patek/antraknosa, layu fusarium, busuk batang/daun.

Itulah sebabnya mengapa paprika lebih lazim dibudiayakan di dalam ruangan tertutup, atau greenhouse, paling tidak rumah plastik. Selain rentan hama dan penyakit, tanaman paprika ini juga sensitif terhadap suhu tinggi dan sinar matahari langsung.

Silakan Anda menengok laman kawan kita di http://totalfarm.wordpress.com/news/ yang memberikan ilustrasi bagaimana membudidaya paprika secara hidroponik di ruangan tertutup (rumah plastik).

Menanam paprika di pekarangan terbuka 05
Om Yudi (Padepokan Tani Organik – Bumi Makmur Walatra) tengah berpose-ria, berharap uji coba tanaman paprika ini bisa sukses agar bisa menanam lebih banyak lagi di lahan terbuka, tanpa perlu greenhouse!

Sebagai langkah antisipasi, kami akan menyemprot bayi paprika ini dengan AntiLAT dan NoPATEK tiga hari setelah tanam. Adapun pemupukan awal/dasar akan kami lakukan empat hari setelah tanam, yakni dengan menyiramkan Pupuk Organik Padat (POP) BMW. Dosisnya 1 sdm per ember 10 liter. Sederhana sekali!

Bisakah konsep PERTANIAN ORGANIK diaplikasikan sebagai alternatif teknologi hidroponik?? Mari kita uji coba bersama. Simak laporan-laporan kami selanjutnya… :)

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.

PEMESANAN PRODUK :

  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

The following two tabs change content below.

taniorganik

Latest posts by taniorganik (see all)

One Response to Iseng-iseng Menanam Paprika Secara Organik di Lahan Terbuka

  1. Anonymous 6 October, 2013 at 00:14

    hmm kalo gitu pupuk mestinya g usah beli ya, pake lumpur comberan aja hehe

    btw gmn kabar selanjutnya? koq g ada liputan nya..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Padepokan Tani Organik

Bumi Makmur Walatra (BMW)

Jl. Raya Tasik-Singaparna

Kacapi Indah Blok F No. 6

Kel/Kec. Mangkubumi
Kota Tasikmalaya 46181.

Provinsi Jawa Barat

Indonesia (+62)

SMS Center: 0821-1547-5387
WhatsApp: 0896-6673-9495
BBM: 53551D73
Email: orderbmw2@gmail.com

——————————————

PT. BUMI MAKMUR WALATRA


AKTA PENDIRIAN NO 152
NOTARIS HERI HENDRIYANA, SH., MH