Cara Menanam Salam Di Lahan Perkebunan

8 June, 2014 Terapi Organik  Komentar

Cara Menanam Salam Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik dimanapun berada, masih semangat dalam berkebun? semoga hasilnya terus meningkat ya sehingga petani bisa terus jaya dan sejahtera. Masih dalam pembahasan teknik budidaya kali ini kita akan membahas tentang cara budidaya salam dilahan perkebunan. Daun salam merupakan bahan rempah-rempah yang sangat wajib ada disetiap dapur. Masakan tanpa aroma rasanya kurang menggugah selera. Rasa aroma harum dan nikmat daun salam menjadikan masakan apapun menjadi lezat dan menggugah selera. Maka dari itu dipasar tradisional dan moderen daun salam banyak kita temukan. Dilihat dari segi kesehatan juga, salam bisa dijadikan obat herbal seperti untuk mengatasi hipertensi, asam urat dan menurunkan kadar kolesterol. Selain daunnya, kayunya bisa kita gunakan untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga dan kulitnya bisa dijadikan zat pewarna dan pengawet. Untuk itu keuntungan besar bisa kita dapatkan dari budidaya salam ini. Apakah sahabat Tani Organik ingin mencoba menanamnya? Terlebih dahulu simak langkah-langkahnya dibawah ini..

Cara Menanam Salam Di Lahan Perkebunan

                             Cara Menanam Salam Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit Salam 

Bibit salam bisa kita dapatkan dari hasil pembibitan. Pembibitan bisa kita lakukan dari hasil stek dan cangkok. Namun jika sahabat belum paham dengan masalah pembibitan salam, silahkan sahabat bisa dapatkan bibit yang siap tanam di kios bibit sekitaran daerahnya. Yang perlu sahabat lakukan adalah memilih bibit yang baik untuk kita bawa dan tanam. Bibit dipastikan sehat tidak terserang hama maupun penyakit, daun hijau segar tidak kering dan tidak layu, Berbatang kokoh tidak kurus dan kering, memiliki percabangan yang rindang.

2. Memilih Lokasi Penanaman

Tanaman salam ini hidup liar di hutan Indonesia, sehingga kini banyak dibudidayakan kebun sekitar permukiman. Tanaman ini bisa tumbuh baik pada dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpl. Kemudian area yang dikehedaki tanaman salam yaitu keadaan bersih dari rumput pengganggu yang tumbuh, tekstur tanah yang memiliki banyak bahan organik, area lumayan luas dan mendapat sinar matahari langsung.

3. Membuat Lubang Tanam

Berikutnya kita tinggal membuat lubang tanam. Galilah lahan bisa menggunakan alat seperti cangkul dengan ukuran 50x50x50cm. Tanah bekas galian kemudian dicampurkan dengan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam, aduk sampai merata dan istirahatkan yang menjadi media untuk penutupan lubang tanam.

4. Istirahatkan Lubang Tanam

Sebelum kita lanjut pada penanaman bibit salam, kita istirahatkan lubang tanam terlebih dahulu sekitar 2-3 hari. Biarkan lahan lubang tanam tersinari sinar matahari secara penuh supaya bibit hama dan penyakit bisa mati sehingga tanaman salam akan terhindar dari ancaman hama dan penyakit.

5. Mulai Menanam

Setelah pengistirahatan, saatnya kita proses penanaman bibit salam. Ambil dan letakkan pangkal bibit salam pada lubang tanam yang telah kita buat, jika bibit masih tertanam pada media polybag tinggal kita buka terlebih dahulu plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai balutan tanah dan perakaran salam hancur. Posisi bibit jangan sampai miring, haruslah tegak lurus.

6. Menutup Lubang Tanam

Bibit salam yang sudah diletakkan benar, segera taburkan media penutup lubang berupa campuran tanah+kompos+sekam yang sudah kita siapkan sebelumnya. Taburkan sampai merata dengan tanah atas. Setelah itu padatkan sedikit media penutupnya agar tanaman baru tidak bisa roboh.

7. Melakukan Penyiraman

Kemudian setelah proses penanaman bibit salam selesai, berikanlah penyiraman pertama. Penyiraman dilakukan pada tanaman secara menyeluruh dan media tanamnya hingga meresap cukup sampai media tanam lembab saja. Gunakan alat seperti embrat untuk hasil penyiraman yang maksimal.

8. Pemasangan Ajir

Sebaiknya bibit tanaman salam yang baru kita tanam dipasang ajir. Penggunaan ajir bisa menyokong tanaman salam agar lebih kokoh tidak mudah roboh karena gangguan dari lingkungan. Ajir bisa kita buat dari bambu yang dibelah menjadi beberapa bagian dengan ukuran panjang disesuaikan dengan ukuran bibit salam.

9. Pemupukan Susulan

Tanaman dapat tumbuh baik jika asupan nutrisinya tercukupi, maka pemberian pemupukan susulan dilakukan secara rutin. Pemberian nutrisi akan terus menyuplay nutrisi yang pada media tanam yang terus diserap oleh tanaman salam. Kecukupan nutrisi akan membuat tanaman tumbuh subur dan sehat serta tidak gampang terserang penyakit. Untuk pemeberian pemupukan susulan sahabat dapat memilih salah satunya bisa dengan cara kombinasi kimia atau full organik.

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Untuk interval pemupukan susulan rutin dilakukan 1 bulan sekali.

10. Memperbanyak Daun

Karena tanaman salam ini paling pokok yang dibutuhkan daunnya, maka kita perlu usahakan agar daunnya lebih lebat. Yang perlu kita lakukan adalah memberinya hormon perangsang daun. Hormon perangsang daun akan menambah produksi percabangan ranting dan daun semakin rindang dan lebat serta kualitasnya yang baik pula. Hormon perangsang daun yang bisa sahabat berikan yaitu POC BMW. Untuk cara aplikasinya kita tinggal semprotkan POC BMW pada tanaman dengan dosis 2-3 tutup POC BMW + 1 tangki 15 liter air. Untuk cara pengaplikasian POC BMW pada tanaman yang sudah dewasa, yaitu dengan mengerik (asal luka) batang utama 30cm, lalu kuaskan POC BMW pada batang utama yang telah dikerik. Lakukan dengan interval 1 bulan sekali.

11. Melakukan Pemeliharan Lainnya

Pemeliharaan lain sangat menunjang tanaman tumbuh optimal seperti rajin menyiram 2 kali sehari pagi dan sore pada 2 minggu setelah penanaman, selebihnya cukup 1 kali sehari. Kemudian rajin membersihkan gulma yang berada disekitaran area penanaman salam. Untuk penanggulangan hama yang menyerang tanaman salam bisa aplikasikan insektisida hayati ANTILAT 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air. Dan untuk penanggulangan penyakit bisa terapi dengan menyemprotkan fungisida hayati NOPATEK 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Mungkin itulah pembahasan mengenai Cara Menanam Salam Di Lahan Perkebunan, yang berniat untuk budidaya salam diperkebunannya, tips budidaya diatas bisa sahabat terapkan untuk dipraktekan. Insyaalloh ketekunan dan semangat hasil panen nantipun akan lebih optimal. Salam Tani Organik..

Jangan lupa, simak referensi budidaya lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>