Cara Menanam Rambutan Binjai Di Lahan Perkebunan

21 March, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Menanam Rambutan Binjai Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik semua, selamat beraktifitas ya, semoga selalu berkah dan dilancarkan, Amiinn. Saya senang sekali bisa terus eksis untuk berbagi pengetahuan yang saya tahu dan semoga bermanfaat untuk semua. Dalam permbahasan kali ini saya akan mengulas tentang cara menanam rambutan binjai di lahan perkebunan. Buah rambutan sudah sering kita nikmati rasa buahnya, segar dimulut bikin ketagiahan. Namun sebagian masyarakat kurang tahu tentang varietas dari buah rambutan, terkadang rambutan rasanya manis dan ada juga yang masam. Nah, untuk varietas rambutan yang satu ini sangat cocok untuk sahabat Tani Organik budidayakan. Ya, rambuatan binjai, tanaman rambutan yang berasal dari daerah Binjai, Sumatera Utara. Rambutan binjai termasuk pada tanaman unggul sesuai dengan kelebihannya dari pada varietas rambutan lainnya. Buahnya tampak menarik berwarna merah mencolok, daging buanya berwarna putih, kenyal, dan ngelotok dengan kulit biji melekat, agak renyah karena kadar airnya sedikit. Cocok untuk dijadikan cemilan disiang hari atau menu sajian meja. Dari kelebihan tersebut, rambutan binjai memiliki nilai ekonomi tinggi dibanding dengan varietas rambuatan biasa/lokal di pasaran. Jika sahabat Tani Organik minat menanamnya? Silahkan ikuti dulu langkah-langkah menanamnya untuk hasil yang maksimal.

Cara Menanam Rambutan Binjai Di Lahan Perkebunan

Cara Menanam Rambutan Binjai Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit Rambutan Binjai yang Berkualitas

Pembibitan rambutan binjai sahabat bisa mendapatkannya dengan cara okulasi, cangkok, atau dari biji. Namun rata-rata diperbanyak dengan cara okulasi, karena hasil yang didapat cukup efisien. Jika tidak ingin repot-repot membibitkannya sendiri, bibit bisa sahabat dapatkan di toko bibit setempat. Dalam memilih bibit rambutan binjai sangat penting, karena kondisi bibit akan memperngaruhi kelangsungan pertumbuhan tanaman untuk kedepannya. Kondisi bibit rambutan binjai harus benar-benar sehat bebas dari hama penyakit, daun hijau sehat tidak kering dan layu, memiliki batang yang kokoh tidak kering dan usahakan pilihlah bibit yang rindang.

2. Lokasi Penanaman

Tanaman rambutan binjai akan tumbuh dan berbuah baik pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl dengan tipe iklim basah. Memiliki curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun dengan tanah gembur dan subur. Area tanam yang dikehendaki penanaman bibit rambutan bisa dilihat dari beberapa faktor diantaranya lokasi lahan harus bersih dari rumput liar disekitar bakal tanam, area lahan jangan terlalu sempit, tanah kaya dengan unsur hara, dan mendapat sinar matahari langsung, tidak ternaungi oleh pohon besar disekitar lahan.

3. Menggali Lubang Tanam

Setelah kita memilih lokasi yang tepat untuk penanaman, selanjutnya kita melakukan penggalian lubang tanam. Buat lubang dengan menggunakan alat seperti cangkul dengan ukuran 50x50x50cm. Lalu, tanah bekas galian bisa ditambahkan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam, tutup dengan plastik.

4. Mengistirahatkan Lahan

Setelah lubang tanam dibuat, harap jangan dulu mulai menanam bibit. Lubang tanam perlu kita didiamkan terlebih dahulu 2-3 hari, biarkan tersinari sinar matahari. Tujuannya untuk mematikan bakteri sumber penyakit tanaman.

5. Mulai Menanam

Langkah berikutnya adalah penanaman bibit rambutan binjai. Bibit rambutan binjai yang telah disiapkan diletakan pada lubang yang telah disediakan, bila bibit didapat dari toko bibit biasanya masih dalam polybag, kita tinggal menyobek terlebih dahulu plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai balutan tanah dan perakaran pisah. Posisi bibit jangan sampai miring, haruslah tegak lurus.

6. Menutup Lubang Tanam

Selanjutnya bibit rambutan binjai yang telah diletakkan pada lubang tanam, segera tutup dengan media campuran tanah + kompos + sekam yang telah kita persiapkan, tutup sampai rata. Agar tanaman kokoh, penutup lubang tanam dipadatkan sedikit bisa kita diinjak-injak, namun jangan terlalu padat sebab akan menghambat perkembangan akar tanaman rambutan binjai.

7. Penyiraman

Setelah itu, lakukan penyiraman pertama pada bibit yang telah tertanam. Siramlah tanaman dan media tanam secukupnya jangan terlalu becek. Gunakan alat bantu seperti embrat untuk hasil yang maksimal.

8. Memasang Ajir

Dianjurkan untuk memasang ajir pada bibit rambutan binjai yang sudah kita tanam. Fungsi ajir sebagai penyokong agar tanaman tidak rentan berubah posisi dan roboh oleh gangguan dari luar. Ajir bisa kita buat sendiri dari bambu dengan ukuran panjangnya 1,5 meteran.

9. Pemupukan Rutin

Pemberian nutrisi secara berkala pada tanaman rambutan binjai akan tumbu subur. Asupan nutrisi makro dan mikro yang diserap tanaman rambutan binjai, membuat tanaman sehat, kebal dari serangan penyakit, dan melesat tumbuh dengan cepat. Dibawah ini merupakan komposisi pemupukan rutin yang bisa diaplikasikan, bisa dengan cara organik atau kombinasi kimia.

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Suplay pemupukan ini secara rutin dilakukan 1 bulan sekali.

10. Merangsang Munculnya Bunga/Buah

Secara umum pohon rambutan binjai akan menghasilkan buah setelah kisaran umur 3-5 tahunan. Namun aplikasi hormon perangsang buah sangat dianjurkan untuk mempercepat pertumbuahn dan pembuahan. Hormon perangsang buah akan memacu tanaman membentuk pembuahan lebih cepat. Hormon perangsang buah yang dapat kita gunakan yaitu POC BMW. Tak hanya tanaman cepat berbuah, namun hasil buahnya pun lebih berkualitas. Cara aplikasi POC BMW dengan disemprotkan kebagian tanaman dengan dosis 2-3 tutup POC BMW + 1 tangki 15 liter air. Jika tanaman rambutan binjai sudah dewasa, cara aplikasinya dengan mengerik (asal luka) batang utama 30cm, kemudian kuaskan POC BMW pada batang yang telah dikerik. Lakukan dengan interval 7-10 hari sekali.

11. Perawatan

Perawatan lainnya yang perlu dilakukan yaitu, rajin menyiramnya 1-2 kali sehari namun tergantung kelembaban pada tanahnya juga, membersihkan rumput-rumput yang tumbuh disekitaran tanaman rambutan binjai.

12. Hama dan Penyakit Tanaman Rambutan

Beberapa hama yang sering menyerang tanaman rambutan diantaranya semut, kutu, kepik, ulat penggerek batang, ulat pemakan daun, ulat jengkal, ulat pemakan daun. Jika hama tanaman sudah mewabah segera semprotkan insektisida hayati ANTILAT 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Rambutan pun sering terjangkit penyakit tanaman yang bisa disebabkan oleh organisme semacam ganggang, dan penyakit akar putih yang disebabkan oleh jamur. Untuk penanggulangannya segera semprotkan fungisida hayati NOPATEK 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Sekian ulasan artikel kami hari ini mengenai Cara Menanam Rambutan Binjai Di Lahan Perkebunan, teknik dan perawatan yang sesuai penjelasan diatas, Insyaalloh tanaman yang kita harapkan akan terwujud. Semoga bisa bermanfaat dan dipraktekan sendiri di perkebunannya masing-masing. Selamat mencoba..

Jangan lupa, baca juga artikel kami yang lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>