Cara Menanam Melinjo Di Lahan Perkebunan

Cara Menanam Melinjo Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik setanah air Indonesia, negeri kita amatlah subur, sayang jika ada lahan kosong yang tidak dikelola dengan baik. Tentu lahan tersebut bisa kita sulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menguntungkan salah satunya ditanami tanaman unggul. Seperti yang akan saya ulas kali ini yang bisa menjadi referensi menanam bagi sahabat Tani Organik semua yaitu cara menanam melinjo di lahan perkebunan. Tentunya kita sudah mengenal dengan tanaman melinjo. Di setiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda, seperti di daerah sunda melinjo sering disebut buah tangkil dan di daerah jawa sering disebut belinjo atau melinjo. Tanaman ini banyak manfaatnya dari daun, buah, bunga, sampai pohonnya. Buah nya sering dijadikan olahan seperti emping, direbus, dan bahan pelengkap sayur. Rasanya agak pahit tapi nikmat. Daun muda dan bunganya dijadikan bahan seperti sayur asem dan pohonnya dijadikan papan alat rumah tangga. Umumnya untuk menanam melinjo ini tidak ada perawatan khusus, namun untuk menghasilkan tanaman yang optimal teknik budidayanya perlu kita praktekan sendiri. Berikut teknik budidaya melinjo.

Cara Menanam Melinjo Di Lahan Perkebunan
                           Cara Menanam Melinjo Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit Melinjo yang Berkualitas

Bibit tanaman melinjo bisa diperbanyak dari benih, cangkok, dan stek atau sambungan. Sahabat bisa membibitkannya sendiri. Namun jika belum paham soal pembibitan dan ingin praktis, bibit bisa sahabat beli di toko atau kios bibit setempat. Pilihlah bibit dari hasil stek atau cangkok karena pertumbuhannya akan cepat menghasilkan buah. Bibit melinjo harus benar-benar sehat bebas dari hama penyakit, berdaun hijau segar tidak layu, berbatang kokoh tidak kering dan pilih juga bibit memiliki cabang rindang.

2. Lokasi Penanaman

Tanaman melinjo dapat tumbuh baik pada daerah sampai ketinggian sampai 1200 m dpl. Sebelumnya area penanaman harus dipastikan bersih dari rumput liar disekitar bakal tanam, kondisi tanah yang tidak sering tergenang air namun dapat meresap, tanah kaya dengan unsur hara, area lumayan luas dan mendapat sinar matahari langsung.

3. Membuat Lubang Tanam

Jika lokasi penanaman sudah kita tentukan, kita tinggal membuat lubang tanam bisa menggunakan alat seperti cangkul dengan ukuran 50x50x50cm. Manfaatkan juga tanah bekas galian dicampurkan dengan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam, aduk sampai merata dan istirahatkan yang nantinya untuk penutupan lubang tanam.

4. Mengistirahatkan Lahan

Hindari penanaman bibit secara langsung setelah selesai membuat lubang tanam. Lubang tanam perlu diistirahatkan terlebih dahulu sekitar 2-3 harian sehingga lubang tanam dapat tersinari sinar matahari secara penuh. Tujuan dari pengistirahatan lubang tanam yaitu untuk mematikan bibit hama dan penyakit pada lubang tanam yang dapat mengganggu tanaman melinjo.

5. Mulai Menanam

Langkah selanjutnya kita tinggal lakukan proses penanamn bibit. Letakkan pangkal bibit melinjo pada lubang tanam yang telah disediakan. Bibit yang didapat dari toko bibit bibit biasanya sudah tertanam pada media polybag, kita tinggal menyobek terlebih dahulu plastik polybag dengan hati-hati jangan sampai balutan tanah dan perakaran hancur. Posisi bibit jangan sampai miring, haruslah tegak lurus.

6. Menutup Lubang Tanam

Posisi bibit yang sudah tegak lurus, segeralah tutup lubang tanam dengan sisa galian campuran tanah + kompos + sekam yang telah kita persiapkan sebelumnya dan tutuplah sampai rata. Padatkan sedikit penutup lubang tanam dengan cara menginjak-injak, namun jangan terlalu padat yang nantinya akan menghambat perkembangan akar tanaman melinjo. Hal ini membuat tanaman baru tidak rentan roboh.

7. Penyiraman

Lakukkan penyiraman setelah menutup lubang tanam selesai. Siramlah tanaman dengan merata dan media tanam secukupnya jangan terlalu becek. Penyiraman bisa menggunakan alat bantu seperti embrat untuk hasil yang maksimal.

8. Pemasangan Ajir

Penggunaan ajir memang sangat diperlukan bagi penanaman bibit melinjo ini, pasalnya jika bibit yang ditanam tidak memakai ajir dihawatirkan akan mudah roboh atau patah akibat dari gangguan dari luar. Oleh karena itu, ajir bisa kita gunakan untuk memperkuat bibit agar tidak rentan roboh. Ajir bisa kita buat sendiri dari bahan bambu yang dibelah menjadi beberapa bagian serta ukuran panjang yang disesuaikan dengan ukuran bibit melinjo.

9. Pemupukan Rutin

Pemupukan susulan pada tanaman melinjo merupakan hal penting dalam budidaya melinjo. Nutrisi makro dan mikro yang diserap tanaman melinjo, membuat tanaman cepat tumbuh subur dan tanaman pula akan kuat dari serangan penyakit. Kami akan berikan komposisi pemupukan rutin yang bisa sahabat berikan, bisa dengan cara organik atau kombinasi kimia. Silahkan pilih salah satunya

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Aplikasi pemupukan ini secara rutin dilakukan 1 bulan sekali.

10. Merangsang Munculnya Bunga/Buah

Sekitar 2-3 tahunan baru tanaman melinjo kita bisa panen buahnya. Pertumbuhannya perlu kita memberinya hormon perangsang buah untuk mempercepat pembuahan. Hormon perangsang buah akan memacu tanaman berbuah lebih cepat. Seperti POC BMW merupakan hormon perangsang yang bisa kita gunakan. Tidak hanya tanaman cepat berbuah, namun hasil buahnya pun lebih berkualitas dan lebat. Cara aplikasi POC BMW ini yakni dengan disemprotkan kebagian tanaman dengan dosis 2-3 tutup POC BMW + 1 tangki 15 liter air. Untuk cara pengaplikasian POC BMW pada tanaman yang sudah dewasa, yaitu dengan mengerik (asal luka) batang utama 30cm, lalu kuaskan POC BMW pada batang utama yang telah dikerik. Intervalnya 1 bulan sekali yang perlu kita lakukan.

11. Melakukan Perawatan Lain

Selain pemupukan yang kita berikan, perawatan lain pun sangat menunjang bagi keoptimalan tanaman melinjo seperti rajin menyiramnya 2 kali sehari pada 2 minggu setelah tanam, selanjutnya cukup 1 hari. Melakukan penyiangan gulma yang tumbuh disekitaran tanaman melinjo, melakukan pemangkasan agar pertumbuhannya tidak terlalu tinggi.

12. Hama dan Penyakit Tanaman Melinjo

Berikut ini berbagai hama yang sering menyerang tanaman melinjo yaitu kutu-kutu Rastrococcus sp. dan Planococcus sp, kutu-kutu Lepidosaphes sp. dan pseudolacaspis sp, pengerak daun, tunggau merah atau tetranichidea, moluska, kumbang penggerak batang, wereng pohon gargara, larva dacus sp, ulat penggerak kulit buah, kumbang penggerak buah. Apabila tanaman sudah terserang hama-hama berikut bisa kita tanggulangi dengan menyemprotkan insektisida hayati ANTILAT 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Ada pula penyakit yang sering hinggap pada tanaman melinjo seperti penyakit layu pembunuh bakteri, hawar daun bakteri, hawar daun cendawan, antraknosa, becak daun cephaleuros, noda liken, embun hitam, becak buah bakteri, pecah buah muda. Jika tanaman sudah terjangkit penyakit tersebut segera terapi dengan fungisida hayati NOPATEK 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Itulah pembahasan kita kali ini mengenai Cara Menanam Melinjo Di Lahan Perkebunan, dengan langkah-langkah diatas, sahabat pun bisa memulai budidaya melinjo. Semangat dan perlakuan yang baik, Insyaalloh tanaman pun akan hasil yang baik juga. Sekian dan Salam Tani Organik..

Untuk referensi lainnya bisa kita lihat dibawah ini :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




The following two tabs change content below.

andi kuswandi

Latest posts by andi kuswandi (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *