Cara Menanam Kopi Arabika Di Lahan Perkebunan

30 April, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Menanam Kopi Arabika Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik dimanapun berada, masyarakat kita memang gemar minum kopi, selain rasa yang nikmat beraroma harum juga membuat tubuh kita menjadi fresh lagi. Sekarang ini banyak industri produksi kopi yang dikemas secara praktis dan dipasarkan ke seluruh wilayah sampai ekspor, tentu suplay bahan baku harus terus ada. Pertanian kopi saat ini sangat dicari khususnya untuk suplay bahan baku di industri kopi. Sebagai petani kopi tentu hal tersebut menjadi keuntungan, karena hasil panen sudah pasti bisa langsung kita kantongi koceknya. Dari keuntungan tersebut, tentu budidayanya perlu diperluas. Dibawah ini saya akan bahas langkah-langkah tentang cara menanam kopi arabika di lahan perkebunan. Kopi arabika sangat mendomisili pasar kopi dunia dan harganya pun lebih tinggi dibanding jenis kopi lainnya. Namun jenis kopi arabika ini perlu memerlukan perawatan yang intensif karena pertumbuhannya rentan terkena penyakit. Dalam penjelasan dibawah ini akan saya ulas bagaimana cara menanam dan perawatan yang baik untuk tanaman kopi arabika ini. Mari kita simak penjelasannya..

Cara Menanam Kopi Arabika Di Lahan Perkebunan

                Cara Menanam Kopi Arabika Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit yang Berkualitas

Bibit kopi arabika bisa didapatkan dari hasil perbanyakan generatif maupun vegetatif. Pembibitan dari generatif yaitu dengan menanam dari biji kopi arabika sesuai varietas yang direkomendasikan antara lain Komposit, USDA, Lini S atau Kate. Pembibitan dari cara vegetatif yaitu melakukan sambung stek. Jika tidak ingin repot membibitkannya, bibit kopi arabika yang siap tanam bisa sahabat dapatkan di toko bibit setempat. Namun yang perlu sahabat perhatikan dalam memilih bibit yaitu tanaman harus sehat bebas dari hama dan penyakit, berdaun sehat tidak layu dan tidak kering, berbatang kokoh tidak kurus, dan bercabang rindang.

2. Lokasi Penanaman

Tanaman kopi arabika bisa tumbuh baik pada daerah didataran dengan ketinggian 700 – 1500 m dpl dengan kisaran optimum 900 – 1100 m dpl. Selain itu tanaman ini menghendaki tekstur tanah geluh pasiran dan kaya bahan organik, area bersih bebas dari rumput yang tumbuh dan juga tersinari matahari secara full.

3. Membuat Lubang Tanam

Tahap berikutnya kita tinggal menggali lubang penanaman. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50x50x50cm dan jarak berkisar 2,5 x 2 m  dengan populasi 2.000 ph/Ha. Membuat lubang tanam bisa menggunakan alat seperti cangkul untuk memudahkan dalam proses penggalian. Disamping itu, siapkan juga campuran tanah + kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam untuk menutup lubang tanam jika bibit sudah sudah siap ditanam.

4. Mengistirahatkan Lubang Tanam

Jika selesai membuat lubang tanam, bibit sebaiknya jangan langsung kita tanam. Lubang tanam harus diistirahatkan terlebih dahulu dan biarkan tersinari matahari kurang lebih 2-3 harian. Hal ini bertujuan bakteri jahat yang terdapat dalam lubang tanam bisa mati.

5. Mulai Menanam

Lubang tanam yang telah diistirahatkan, baru ke tahap ke proses penanaman bibit kopi arabika. Letakan pangkal bibit kedalam lubang tanam. Jika bibit didapat dari toko bibit biasanya bibit sudah tertanam dalam media polybag, sobek plastik polybagnya jangan sampai medianya terputus-putus karena akan mengganggu perkembangan akarnya. Posisikan tegak lurus jangan sampai miring.

6. Menutup Lubang Tanam

Pangkal bibit yang sudah diletakkan di lubang tanam segera tutup dengan campuran tanah + kompos + sekam yang telah disiapkan sebelumnya. Media penutup yang kaya dengan nutrisi membuat tanaman mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tutup lubang sampai rata, padatkan sedikit agar bibit tidak mudah roboh.

7. Melakukan Penyiraman

Jika penutupan lubang tanam sudah selesai, kita bisa langsung melakukan penyiraman pertama. Penyiraman dilakukan pada tanaman dan juga media tanamnya, sampai benar-benar meresap namun jangan sampai terlalu becek. Penyiraman bisa dengan bantuan alat seperti embrat untuk hasil yang maksimal.

8. Memasang Ajir

Tanaman baru sangat dianjurkan untuk dipasang ajir. Pemasangan ajir sangat berguna untuk menopang bibit kopi arabika agar tidak mudah roboh yang bisa diakibatkan oleh beberapa faktor lingkungan. Ajir bisa kita buat dari bambu yang di belah menjadi beberapa bagian, dengan ukuran panjangnya 1,5 meter.

9. Pemupukan Rutin

Salah satu pemeliharaan pada budidaya kopi arabika yaitu pemupukan secara rutin. Tanaman baru akan mudah beradaptasi jika sumber nutrisi dalam tanah terus ada. Tak hanya itu, tanaman akan tumbuh secara cepat dan sehat. Dalam pemupukan rutin atau susulan, sahabat bisa gunakan komposisi pemupukan yang saya berikan, bisa memilih salah satunya :

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Lakukan pemupukan ini rutin dalam interval 1 bulan sekali.

10. Merangsang Munculnya Bunga/Buah

Memang cukup lama untuk menanti tanaman kopi arabika untuk kita panen buahnya yaitu berkisar umur 3-4 tahunan. Maka dalam pertumbuhannya perlu kita aplikasikan hormon perangsang buah untuk memacu pembuahan kopi arabika secara cepat. Tak hanya cepat buah kopi yang dihasilkan juga kualitasnya baik. Hormon perangsang yang kami sarankan yaitu POC BMW. Cara aplikasi POC BMW, kita bisa semprotkan ke tanaman kopi arabika 1 bulan sekali, dosis 3 tutup POC BMW + 15 liter air.

11. Perawatan Kopi Arabika

Perawatan lain pada tanaman kopi arabika perlu kita lakukan juga seperti rajin membersihkan lokasi penanaman dari tumbuhnya rumput-rumput pengganggu, rajin menyiram 1-2 kali sehari tergantung kelembaban tanahnya juga, Lakukan pemangkasan sebelum pembuahan dan sesudah pembuahan.

12. Hama dan Penyakit Tanaman Kopi

Tanaman kopi arabika rentan terserang hama seperti penggerek buah kopi, Kutu dompolan atau kutu putih (planococcus citri),  kutu hijau (coccus viridis) atau kutu coklat (saesetia coffeae), penggerek cabang (xylosandrus spp), Penggerek batang merah (Zeuzera coffeae). Jika tanaman sudah terserang hama diatas segera semprotkan Insektisida hayati ANTILAT 4-5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Disamping itu tanaman kopi bisa terserang penyakit tanaman seperti karat daun, bercak daun, jamur upas, busuk buah dan busuk cabang, jamur akar coklat, penyakit rebah batang, penyakit karat daun kopi (KDK). Untuk penanggulangannya bisa kita semprotkan juga fungisida hayati NOPATEK 4 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Demikian penjelasan tentang Cara Menanam Kopi Arabika Di Lahan Perkebunan, budidaya kopi memang peluang bisnis yang menjanjikan, dari itu selayaknya sahabat coba untuk berkebun kopi. Tips diatas bisa sahabat praktekan sendiri diperkebunannya. Selamat mencoba..

Jangan lupa, lihat juga artikel kami yang lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat silakan dishare di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK : 0896-6673-9495

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>