Cara Menanam Duku Di Lahan Perkebunan

3 May, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Menanam Duku Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik pecinta buah-buahan, selamat menjalankan aktifitas seperti biasa semoga tuhan senantiasa melancarkan dalam setiap urusannya. Khusus untuk para petani buah-buahan semoga hasil buahnya baik dan melimpah. Bagi petani buah-buahan kali ini saya akan mengulas tentang cara menanam buku di lahan perkebunan. Tanaman duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman asli Indonesia, dan buahnya sangat digemari hampir semua kalangan. Buah duku banyak sekali kita temukan dipasar sekitar kita bahkan jika lagi musim para pedagang buah duku banyak membuat stand di pinggir-pinggir jalan. Rasanya buahnya yang manis dan berair membuat lidah kita tidak bisa berhenti untuk mengonsumsinya. Selain dijadikan sebagai cemilan segar, mengonsumsi buah duku ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita seperti sumber antioksidan, mencegah penuaan dini, meningkatkan sistem imun, mengatasi diare, dan masih banyak lagi. Dari sebagian besar masyarakat kita gemar mengonsumsi buah ini, sangat direkomendasikan untuk menanam tanamannya dikebun sahabat, selain bisa dinikmati sendiri juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Berikut dibawah ini penjelaskan cara penanaman tanaman duku yang benar. Silahkan disimak..

Cara Menanam Duku Di Lahan Perkebunan

                           Cara Menanam Duku Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit yang Berkualitas

Hal yang pertama tentu kita perlu menyiapkan bibit duku terlebih dahulu. Pembibitan bisa kita lakukan bisa dengan cara generatif (dari biji) atau dengan cara vegetatif (okulasi dan cangkok). Namun ada perbedaan, tanaman hasil vegetatif akan cepat menghasilkan buah dibanding dari cara generatif. Jika sahabat ingin yang instan, sahabat bisa membeli bibit yang siap tanam dari kios atau toko bibit didaerah sahabat. Usahakan memilih bibit dari hasil generatif, bibit juga dipastikan sehat tidak terserang hama penyakit, memiliki sifat genjah, daun segar tidak layu, berbatang kokoh tidak kering dan kurus, dan percabangan yang rindang.

2. Menentukan Lokasi Penanaman

Selanjutnya kita perlu mengetahui lokasi penanaman yang cocok untuk pertumbuhan duku ini. Tanaman duku sangat cocok di tanam di daerah sampai ketinggian 650 m dpl dengan curah hujan berkisar antara 1500-2500 mm/tahun. Selain itu area tanam yang dikehendaki yaitu, tanah memiliki banyak bahan organik, bersih dari rumput-rumput diarea bakal tanam, lahan tersinari matahari secara full.

3. Membuat Lubang Tanam

Lanjut pada pembuatan lubang penanaman. Pembuatan lubang tanam yaitu dengan melakukan proses penggalian lubang tanam dengan menggunakan alat seperti cangkul dan ukuran lubang tanam dibuat 50x50x50cm dengan jarak tanam sekitar 8m x 8m. Dari itu juga, manfaatkan tanah sisa galian untuk media menutup lubang tanam, namun sebelumnya perlu kita campurkan kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi + sekam supaya tanaman kaya akan nutrisi.

4. Menginstirahatkan Lubang Tanam

Mengistirahatkan lubang tanam memang sangat penting, jangan sampai selesai membuat lubang tanam langsung dilakukan penanaman bibit. Istirahatkan lubang tanam sekitar 2-3 harian, biarkan tersinari matahari penuh sehingga bakteri jahat pada lubang tanam dapat mati.

5. Proses Penanaman

Tahap selanjutnya adalah penanaman. Bibit yang sudah siap, tinggal kita pindah tanamkan pada lubang yang sudah kita persiapkan. Letakkan pangkal bibit pada lubang tanam. Jika bibit didapat dari toko bibit, biasanya sudah tertanam dalam polybag, terlebih dahulu kita sobek plastik polybagnya kemudian langsung letakkan pada lubang tanam. Posisi bibit harus tegak lurus jangan sampai miring.

6. Menutup Lubang Tanam

Apabila posisi bibit sudah pas tegak lurus, segera tutup dengan campuran tanah + kompos + sekam yang sudah kita siapkan sebelumnya. Media penutup yang kaya nutrisi akan membuat tanaman baru mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tutup sampai merata dan padatkan sedikit supaya bibit tidak rentan roboh.

7. Melakukan Penyiraman

Lakukan penyiraman, jika proses penutupan lubang tanam sudah selesai. Siram pada seluruh bagian tanaman secara menyeluruh dan pada media tanam hingga meresap, namun jangan sampai becek. Untuk hasil yang maksimal, sahabat bisa menggunakan alat seperti embrat.

8. Pemasangan Ajir

Tanaman baru sangat rentan roboh yang diakibatkan oleh cuaca buruk atau gangguan hewan dan manusia. Maka dari itu perlu dipasangi ajir sebagai penopang tanaman agar lebih kuat dan bisa tumbuh dengan baik. Ajir bisa dibuat dari bambu yang dibelah menjadi beberapa bagian dengan ukuran panjangnya sekitar 1,5 meter.

9. Pemupukan Rutin

Pemupukan secara rutin merupakan faktor penting bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman duku. Tanaman duku sangat membutuhkan nutrisi makro dan mikro yang penting untuk melesatkan pertumbuhannya, menghasilkan tanaman yang sehat dengan kualitas baik. Sahabat Tani Organik dapat memilih komposisi pemupukan rutin yang akan saya berikan dibawah ini :

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Aplikasikan pemupukan ini secara rutin dan teratur dengan interval 1 bulan sekali.

10. Merangsang Munculnya Bunga/Buah

Tanaman duku hasil perbanyakan dari cara generatif akan berbuah pada usia cukup lama sekitar 12 tahunan dari penanaman. Untuk dari hasil vegetatif bisa berbuah lebih awal sekitar umur 6 – 7 tahunan. Maka pertumbuhannya perlu kita barengi dengan memberikan hormon perangsang buah. Hormon perangsang buah dapat memacu tanaman untuk menunjukan bunga dan buahnya. Hormon perangsang buah yang bisa diberikan yaitu POC BMW. Cara aplikasinya cukup dengan menyemprotkan POC BMW pada seluruh tanaman duku dengan interval 1 bulan sekali, dosis 3 tutup POC BMW+ 15 liter air.

11. Perawatan Lainnya

Selain pemupukan rutin, pemeliharaan lain pun sangat mendukung untuk mengoptimalkan tanaman duku. Perawatan bisa dilakukan dengan, rajin melakukan penyiraman 1-2 kali sehari dipagi dan sore hari, namun tergantung cuaca dan kelembaban tanah, melakukan pemangkasan.

12. Hama dan Penyakit Tanaman Duku

Beberapa hama yang sering menyerangan pertumbuhan duku yaitu kutu putih, kumbang penggerek buah, kutu perisai, kelelawar, ulat jengkal ,ulat daun. Jika hama sudah menyerang tanaman segera semprotkan Insektisida hayati ANTILAT, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air dengan interval 4-5 hari sekali dan untuk pencegahan cukup 1 minggu sekali.

Tidak hanya hama, penyakit tanaman duku pun kerap mengganggu pertumbuhan tanamannya seperti antraknosa ,busuk akar, penyakit mati pucuk. Pengendaliannya dengan menyemprotkan fungisida hayati NOPATEK dosis 4 tutup btl per 17 ltr air dengan interval 4 hari sekali. Khusus pengaplikasian busuk akar yaitu 1 tutup NOPATEK + 2 liter air diaduk dan dikocorkan 1 gelas per pohon pada tanaman yang terserang busuk akar.

Sekian penjelasan diatas mengenai Cara Menanam Duku Di Lahan Perkebunan, dengan langkah-langkah diatas sahabat bisa praktekan sendiri di perkebunannya masing-masing. Teknik yang benar insyaalloh tanaman pun bisa tumbuh dengan optimal. Selamat mencoba dan sukses selalu..

Jangan lupa, simak juga artikel kami lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>