Cara Menanam Cokelat/Kakao Di Lahan Perkebunan

23 May, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Menanam Cokelat/Kakao Di Lahan Perkebunan – Halo sahabat Tani Organik di seluruh nusantara, terimakasih sahabat Tani Organik yang selalu menyimak artikel-artikel yang kami sajikan, semoga bisa membantu sahabat Tani semuanya ya 🙂 . Untuk kesempatan ini, saya akan membahas tentang cara menanam cokelat atau kakao di lahan perkebunan. Cokelat yang sering kita nikmati sekarang ini merupakan berbagai olahan dari bahan baku buah kakao. Tanaman kakao merupakan tanaman yang sangat berharga, karena keberadaanya sangat dibutuhkan oleh semua untuk diolah menjadi variasi cokelat yang sangat nikmat. Biji kakao yang menjadi bahan baku dari cokelat lezat yang sering kita nikmati. Budidaya cokelat/kakao ini memiliki prospek sangat baik dan banyak dicari oleh para pengolah. Buah yang dicari tentu buah yang kualitasnya baik, nah untuk itu saya disini akan menjelaskan langkah-langkahnya menanam tanaman cokelat/kakao untuk hasil yang maksimal. Mari kita simak..

Cara Menanam Cokelat/Kakao Di Lahan Perkebunan

                       Cara Menanam Cokelat/Kakao Di Lahan Perkebunan

1. Memilih Bibit Kakao yang Berkualitas

Persiapan pertama yang perlu kita lakukan adalah mendapatkan bibit cokelat yang berkualitas. Sahabat bisa membibitkan sendiri bisa dengan cara generatif/dari biji yang nantinya disemai terlebih dahulu, bisa juga menggunakan cara vegetatif/stek atau okulasi. Biasanya lebih mudah dari cara vegetatif sehingga petani banyak yang menggunakan cara stek. Jika belum berpengalaman dalam hal pembibitan, sahabat bisa dapatkan bibit siap tanam yang kualitas baik di kios bibit setempat. Pemilihan bibit perlu dilakukan seperti bibit harus sehat dan terbebas dari hama penyakit, memiliki akar, batang, serta daun yang nampak segar dan tidak cacat.

2. Lokasi Penanaman

Tanaman cokelat bisa tumbuh optimum pada daerah dengan ketinggian antara 1-600 mdpl, serta ketinggian maksimum pada 1.200 mdpl dengan curah hujan tiap tahunnya antara 1.500 – 2.500 mm. Untuk area yang dikehendaki tanaman cokelat yaitu lahan bersih dari tumbuhnya rumput-rumput liar, tanah cukup gembur dan memiliki kandungan unsur hara yang banyak, lahan cukup luas tidak ternaungi dengan tanaman besar lainnya, mendapatkan sinar matahari secara full.

3. Membuat Lubang Tanam

Langkah selanjutnya tinggal kita membuat lubang tanam dilahan yang sudah disiapkan. Gali tanah dengan ukuran 50x50x50cm dengan menggunakan alat seperti cangkul. Siapkan juga media penutup yaitu tanah+kompos/pupuk kandang yang sudah terfermentasi+sekam.

4. Mendiamkan Lubang Tanam

Sebelum bibit langsung ditanam, sebaiknya lubang tanam diistirahatkan terlebih dahulu. Lubang diistriahatkan kisaran 2-3 harian agar lubang tanam bebas dari bakteri jahat sumber penyakit tanaman.

5. Proses Penanaman

Selesai mengistirahatkan lubang tanam, saatnya proses penanaman bibit cokelat dimulai. Ambil bibit cokelat yang sudah kita siapkan, letakkan pangka bibit pada lubang tanam. Jika bibit didapat dari kios bibit, biasanya sudah tertanam pada media polybag, plastik polybag tinggal kita sobek terlebih dahulu dan jangan sampai balutan perakaran bibit rusak. Kemudian letakkan pada lubang tanam dan posisikan bibit tegak lurus jangan sampai miring.

6. Penutupan Lubang Tanam

Tahap berikutnya, lubang tanam segera tutup dengan media campuran tanah + kompos + sekam yang telah kita siapkan. Media yang kaya akan bahan organik akan membuat tanaman menjadi mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya sehingga tumbuh dengan cepat. Media penutup lubang dipadatkan sedikit agar bibit cokelat ditanam tidak mudah roboh atau rusak

7. Penyiraman

Kemudian setelah penanaman selesai, barulah kita melakukan penyiraman pertama. Siram seluruh tanaman dan media tanamnya sampai air meresap. Pakai alat bantu seperti embrat untuk hasil yang merata.

8. Pemasangan Ajir

Biasanya tanaman baru rentan roboh yang diakibatkan gangguan lingkungan seperti cuaca buruk. Oleh karena itu pemasangan ajir sangat diperlukan untuk menopang tanaman baru agar lebih kokoh lagi. Ajir bisa kita buat dari bambu berukuran panjang 1,5 meter atau disesuaikan dengan tinggi bibit.

9. Pemupukan Susulan

Apa yang kita harapkan dari menanam yaitu tanaman tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas baik serta lebat. Hasil yang seperti itu, tentu diperlukan asupan nutrisi yang tercukupi. Pemberian pemupukan secara teratur merupakan faktor terpending untuk menghasilkan tanaman yang optimal. Berikut ini komposisi pemupukan susulan yang bisa sahabat lakukan secara teratur.

  • Cara Kombinasi Kimia : 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW
  • Cara Organik : 1 sdm KOCOR BMW+ 1 sdt POC BMW

Interval 1 bulan sekali, pemupukan ini perlu kita lakukan.

10. Merangsang Pembentukan Buah

Pertumbuhan tanaman cokelat perlu juga kita aplikasikan hormon perangsang buah. Rajin menyemprotkan hormon perangsang buah pada tanaman dianjurkan untuk memacu tanaman cokelat cepat berbuah. Hormon perangsang buah tidak hanya dapat memacu pembuahan, tapi juga menghasilkan buah lebih padat dan kualitasnya lebih baik. Hormon perangsang buah yang dapat kita pakai yaitu POC BMW yang sudah dibuktikan khasiatnya dalam menghasilkan tanaman tumbuh dan berbuah baik. Untuk cara pakai POC BMW ini yaitu dengan cara disemprotkan ke seluruh tanaman jika tanaman kurang dari 2 meter dengan dosis 2-3 tutup POC BMW + 1 tangki 15 liter air. Apabila tanaman kakao sudah dewasa, cara aplikasinya bisa dengan mengerik (asal luka) batang utama 30cm, kemudian kuaskan POC BMW pada batang yang telah dikerik. Lakukan dengan interval 7-10 hari sekali.

11. Melakukan Pemeliharaan Lain

Untuk menghasilkan tanaman tumbuh maksimal, pemeliharaan lain perlu kita lakukan seperti rajin menyiramnya 1-2 kali sehari namun tergantung kelembaban pada tanahnya, rajin membersihkan lahan sekitar dari tumbuhnya rumput pengganggu.

12. Hama dan Penyakit Tanaman Kakao

Pada pertumbuhan tanaman cokelat/kakao sering dijumpai hama yang menyerang seperti penggerek buah kakao (PBK), helopeltis, penggerek batang (Zeuzera), ulat kilan (Hyposidra talaka Walk). Hama-hama tersebut dapat kita tanggulangi dengan menyemprotkan insektisida hayati ANTILAT 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Selain hama, pertumbuhan kakao sering terganggu dengan serangan penyakit tanaman seperti busuk buah, kanker batang, antraknose colletotrichum, gloeosporioides penz.Sacc, jamur upas corticium salmoncolor, busuk akar, kelayuan pentil. Namun penyakit tersebut bisa kita atasi dengan menyemprotkan  fungisida hayati NOPATEK 5 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air. Khusus aplikasi untuk busuk akar yaitu dengan menyiramkan NOPATEK dosisnya 1 tutup NOPATEK + 2 liter air kemudian kocorkan pada tanaman yang terserang penyakit 1 gelas perpohon.

Demikian pemaparan diatas mengenai Cara Menanam Cokelat/Kakao Di Lahan Perkebunan, Sebelum sahabat memulai untuk budidaya cokelat/kakao, perlu dipahami dahulu teknik budidayanya. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi sahabat Tani Organik semua. Selamat berkebun..

Jangan lupa, Baca juga artikel cara menanam lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>