Cara Budidaya Lobak Di Lahan Pertanian

10 October, 2013 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Budidaya Lobak Di Lahan Pertanian – Halo sahabat Tani Organik dimanapun kalian berada, Alhamdullilah hari ini saya masih bisa diberi kesempatan untuk dapat berbagi tips budidaya tanaman, yang kita akan bahas pada artikel kali ini. Semoga sahabat Tani Organik terus semangat seperti semangat saya yang terus membuat artikel setiap harinya  🙂 . Artikel kali ini kita masih membahas tentang cara budidaya sayuran, yaitu bagaimana cara budidaya lobak yang baik dan benar. Cara budidaya lobak yang baik dan benar tentu akan memperoleh hasil yang maksimal juga, maka untuk itu sebelum sahabat Tani Organik bergegas memulai budidaya lobak, silahkan simak panduan langkah-langkah budidaya lobak dibawah. Kita mulai pembahasannya dengan mengenal lebih jauh dari tanaman lobak ini..

Lobak atau Raphanus sativus L merupakan salah satu tanaman sayuran jenis umbi-umbian yang diambil umbinya sebagai bahan olahan masakan. Sayuran lobak termasuk ke dalam famili Cruciferae termasuk dalam golongan wortel, kentang, dan ubi. Perbedaannya, lobak memiliki tekstur kulit yang mulus dengan umbi lobak mengandung air cukup tinggi. Tanaman lobak banyak digunakan sebagai bahan sayuran ataupun lalapan karena rasa dari lobak itu segar dan sedikit manis. Asal muasal tanaman lobak ini berasal dari Tiongkok, dan mulai menyebar ke belahan negara di asia termasuk Indonesia. Budidaya lobak di Indonesia banyak tersebar di berbagai daerah, diantaranya seperti di daerah didataran tinggi Pangalengan, Pacet, Cipanas, dan Bedugul. Luas areal budidaya lobak di Indonesia berkisar 15.700 Ha. Budidaya lobak sangat mudah dibudidayakan di dataran tinggi ataupun didaratan rendah.

Cara Budidaya Lobak Di Lahan Pertanian

Cara Budidaya Lobak Di Lahan Pertanian

Syarat Tumbuh Budidaya Lobak

Syarat-syarat agar budidaya lobak dapat tumbuh dengan baik yaitu diantaranya pada tanah yang gembur, mengandung humus (subur) dan pada lapisan atasnya tidak terdapat kerikil (batu-batu kecil). Tanaman lobak mudah dibudidayakan dengan baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi (pegunungan). Dengan derajat pH tanah antara 5-6. Waktu yang baik untuk budidaya lobak pada musim hujan atau awal musim kemarau. Namun, Apabila budidaya lobak dilakukan pada pada musim kemarau, budidaya lobak harus memperoleh pengairan yang cukup.

Pembenihan Budidaya Lobak

Dalam budidaya lobak, benih yang dipakai diperbanyak dengan cara generatif dengan biji-biji lobaknya. Lahan budidaya lobak setiap hektarnya membutuhkan biji (benih) sekitar 10 kg dengan daya kecambah 80%. Biji lobak dapat diperoleh ditoko-toko pertanian setempat. Sedang lobak kultivar lokal bisa disiapkan petani lewat cara tersisa sebagian pertanaman di kebun untuk di memelihara sampai bijinya tua (masak) di tanam.

Biji lobak untuk budidaya lobak harus memenuhi syarat berikut, yakni :

  • Biji lobak terlihat bernas dan utuh (tidak cacat)
  • Mempunyai daya kecambah tinggi, yaitu kisaran 80%
  • Biji mengandukng air kisaran 9%-12%
  • Tidak tercampur dengan biji-biji yang lain (semua harus sama).

Persiapan Lahan Budidaya Lobak

Hal yang perlu dilakukan untuk budidaya lobak adalah persiapan lahan tanam. Yang pertama bersihkan gulma dan rumput liar pada lahan yang tumbuh dengan bebas. Langkah selanjutnya tanah dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30-40 cm, lalu diberi pupuk dasar 14 ton per hektar yang akan dibahas pada poin pemupukan. Kemudian membuat bedengan dengan lebar 40 cm dan jarak antar bedengan sekitar 30 cm membujur dari barat ke timur supaya senantiasa mendapat sinar matahari dengan maksimal. Lalu membuat saluran drainase atau parit dengan jarak antara 3-4 m untuk mencegah genangan air yang bisa berakibat tanaman lobak menjadi busuk.

Penanaman Budidaya Lobak

Penanaman budidaya lobak dengan melalui bijinya. Bibit dapat diperoleh dari tanaman lobak sebelumnya yang dijadikan untuk pembibitan atau bisa juga membeli di toko pertanian setempat yang telah terjamin. Dalam penanaman dalam budidaya lobak, tidak diperlukan proses proses persemaian sehingga benih lobak dapat langsung ditanam di lahan bedengan. Bibit yang dibutuhkan perhektarnya rata-rata mencapai 10 kg bibit. Bibit tersebut kemudian ditabur pada lubang tanam sepanjang bedengan lahan dan tutup oleh tanah tipis-tipis (jangan dipadatkan). Benih lobak akan tumbuh setelah 4 hari proses penanaman.

Pemupukan Budidaya Lobak

I. Pemupukan Dasar untuk Budidaya Lobak (pada saat olah lahan/pembuatan bedengan)

Dalam pemberian pemupukan dasar pada budidaya lobak dicampurkan pada tanah lahan bedengan, hal ini bertujuan menambah nutrisi-nutrisi baik pada tanah untuk tanaman lobak. Ada 2 cara yang kami berikan untuk pemupukan dasar pada budidaya lobak. Bisa menggunakan cara pemupukan dasar budidaya lobak secara organik ataupun pemupukan dasar budidaya lobak secara kimia. Kedua cara tersebut sama saja, Namun lebih bagus memilih organik karena lebih alami. Sahabat Tani Organik dapat memilih salah satunya sesuai keinginan.

  • Cara Organik Pemupukan Budidaya Lobak: pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit + tepung ikan + tepung tulang/tepung bulu + disemprot nopatek + poc bmw
  • Cara Kimia Pemupukan Budidaya Lobak: pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit +  za + sp36 + kcl + disemprot nopatek + poc bmw
II. Pemupukan Susulan untuk Budidaya Lobak

Untuk pemupukan susulan pada budidaya lobak juga sangat diperlukan sekali agar budidaya lobak menghasilkan kualitas yang baik dan maksimal.Dalam pemupukan susulan budidaya lobak kita berikan 2 cara juga. Sahabat dapat menggunakan pemupukan susulan secara organik ataupun secara kimia. Silahkan pilih cara pemupukan mana yang sahabat minati.

CARA ORGANIK PEMUPUKAN SUSULAN BUDIDAYA LOBAK

  • Pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) 1 karung + dolomit 4 kg + tepung ikan 4 kg + tepung tulang/tepung bulu 4 kg + nopatek 1 btl + poc bmw 1 btl. Semua bahan dimasukkan ke dalam drum 200 ltr, ditambahkan air sampai hampir penuh, diaduk rata. Kemudian drum ditutup rapat, dan diamkan 5 hari. Bahan siap digunakan.
  • Cara penggunaan: ambil 1/2 gayung pupuk dari peraman kemudian tambahkan air 1 ember falkon. Diaduk, lalu kocorkan ke tanaman lobak, perbandingan dosis 100 ml per lubang tanam.

CARA KIMIA PEMUPUKAN SUSULAN BUDIDAYA LOBAK

  • Pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) 1 karung + dolomit 4 kg +  za 4 kg + sp36 2 kg + kcl 3 kg + nopatek 1 botol + poc bmw 1 btl. Semua bahan dimasukkan ke dalam drum 200 ltr, ditambahkan air sampai hampir penuh, diaduk rata. Kemudian drum ditutup rapat, dan diamkan 5 hari. Bahan siap digunakan.
  • Cara penggunaan: ambil 1/2 gayung pupuk dari peraman kemudian tambahkan air 1 ember falkon. Diaduk, lalu kocorkan ke tanaman lobak, perbandingan dosis 100 ml per lubang tanam.

Pemeliharaan Budidaya Lobak

Pemeliharaan yang tepat perlu dilakukan agar hasil budidaya lobak mencapai maksimal dan berkualitas. Setelah budidaya lobak berumur 2-3 minggu, tanaman lobak mulai dapat dilakukan penyiangan serta dibuat guludan. Guludan yang dibuat dengan cara tanah barisan tanaman pada bedengan ditinggikan. Untuk penyiangan dilakukan antara 2–3 kali, dengan membersihkan gulma di sekitar daerah perakaran budidaya lobak. Ketika tanah dilakukan pendangiran, tanaman lobak diperjarang juga. Dengan cara tanaman lobak yang tumbuhnya terhambat dicabut dan tinggalkan tanaman yang tumbuh subur. Setelah dilakukan perjarangan, jarak tanaman kisaran menjadi 10-20 cm.

Hama dan Penyakit Budidaya Lobak

Hama yang biasanya menyerang pada budidaya lobak diantaranya yaitu Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Kumbang daun (Phylloreta vittata F.). Hama-hama tersebut akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan budidaya lobak. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida hayati ANTILAT 4 hari sekali secara rutin, dengan dosis 4 tutup botol ANTILAT + 17 liter air.

Adapun penyakit yang biasanya menyerang dalam budidaya lobak antara lain, Bercak daun, Busuk lunak, Layu dan busuk akar. Beberapa penyakit lain yang sering menyerang tanaman lobak di antaranya adalah Karat putih oleh cendawan Albugo candida. Penyakit-penyakit yang menyerang budidaya lobak diatas dapat ditanggulangi dengan penyemprotan fungisida hayati NOPATEK. Untuk pengendalian penyakit bercak daun dan busuk lunak, aplikasikan fungisida hayati NOPATEK, disemprotkan ke seluruh bagian tanaman 4 hari sekali secara rutin, dengan dosis 3 tutup btl NOPATEK per 15 liter air. Sedangkan untuk pengendalian penyakit layu dan busuk akar, dosis 1 tutup btl NOPATEK per 2 liter air, diaduk lalu disiramkan ke sekitar akar (khusus pada tanaman yang terserang saja) 1 gelas per pohon. Pengaplikasian NOPATEK ini dapat di campurkan dengan penanggulangan hama insektisida hayati ANTILAT.

Panen Budidaya Lobak

Pada budidaya lobak dapat dipanen pada 60 HST. Pemanenan jangan sampai terlambat, karena jika terlambat dalam saat pemanenan akan menyebabkan umbi lobak menjadi kayu dan rasanya menjadi tidak enak . Apabila hal tersebut terjadi, lobak hasil panen tidak akan laku dipasaran. Hasil budidaya lobak yang terawat dapat memperoleh umbi antara 15-20 ton/Ha. Dari jenis lobak yang di dapat ada yang menghasilkan umbi yang beratnya hingga mencapai 0,5-1 kg tiap tanaman dan rasa umbinya pun enak untuk dikonsumsi.

Demikian pembahasan mengenai Cara Budidaya Lobak Di Lahan Pertanian, dengan langkah-langkah diatas semoga sahabat Tani Organik tidak ragu untuk memulai budidaya lobak. Insyaalloh dengan perlakuan yang benar hasilnya pun akan maksimal. Salam Tani Organik..

Baca juga artikel budidaya lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat silakan dishare di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK : 0896-6673-9495

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>