Cara Budidaya Kailan Di Lahan Pertanian

19 October, 2013 Teknik Budidaya  Komentar

Cara Budidaya Kailan Di Lahan Pertanian – Halo sahabat Tani Organik semua, tetap semangat dalam mengelola pertaniannya, semoga selalu sukses hasilnya. Hari ini kita akan membahas mengenai cara budidaya kailan di lahan pertanian. Sahabat Tani Organik pasti tahu sayuran yang satu ini, tetapi ada juga masyarakat yang belum mengenal dari sayuran ini, karena tanaman kailan berasal dari China dan tergolong sayuran yang masih baru berkembang di Indonesia. Kailan ini sangat digemari oleh masyarakat China yang sering dijadikan masakan tumis-tumisan. Dari itu, budidaya kailan merupakan prospek yang baik untuk bisa di pasarkan hingga di eksporkan. Jika sahabat Tani Organik berminat untuk budidaya kailan ini, silahkan ikuti cara budidayanya pada pembahasan berikut..

Sayuran kailan atau Brassica oleraceae merupakan jenis sayuran yang tergolong dalam kubis-kubisan (Brassicaceae). Kailan ini berasal dari China, kemudian bisa masuk ke Indonesia. Sayuran kailan ini mempunyai bentuk dan rasa khas dan unik dari sayur-sayuran lainnya. Sayuran ini mengandung kaya akan gizinya, yaitu Mineral, Vitamin B, Vitamin C, Antioksidan, Serat, Kalsium, zat besi dan banyak yang lainnya. Rasa yang enak dan unik serta kandungannya yang baik untuk kesehatan, sehingga banyak diminati oleh masyarakat.

Cara Budidaya Kailan Di Lahan Pertanian

Cara Budidaya Kailan Di Lahan Pertanian

Syarat Tumbuh Budidaya Kailan

Sayuran kailan ini bisa tumbuh optimal pada tempat berhawa panas ataupun berhawa dingin. Namun, pembuktiannya hasil yang diperoleh lebih baik yaitu pada dataran tinggi. Kailan sangat cocok di budidayakan pada ketinggian 5 – 1.200 meter dpl. Tetapi budidaya kailan biasanya pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Idealnya suhu yang bagus untuk pertumbuhannya berkisar antara 15-25 0C dan menghendaki tanah yang gembur dan subur dengan pH 5,5-6,5. Budidaya kailan ini tahan terhadap air hujan, dari itu bisa ditanam sepanjang tahun. Jika budidaya kailan dilakukan pada musim kemarau, penyiraman perlu dilakukan secara teratur.

Persiapan Lahan Budidaya Kailan

Dalam budidaya kailan, kondisi tanah perlu yang gembur dan subur, dari itu penggemburan harus dilakukan. Caranya dengan membajak atau mencangkul lahan sedalam ± 15 – 20 cm. Agar bisa memperoleh hasil yang optimal, pembajakan lahan dilakukan sebanyak dua kali yaitu pembajakan pertama sedalam 30 cm kemudian biarkan selama seminggu yang bertujuan tanah pada bagian bawah akan mendapatkan sinar matahari.

Pembajakan kedua dilakukan dengan membersihkan lahan dari hal yang akan mengganggu pertumbuhan budidaya kailan seperti batu, gulma, dan akar rumput lainnya. Berikan pupuk dasar dengan perhitungan 15 – 20 ton /ha supaya lahan menajadi subur dan pertumbuhan kailan menjadi sehat. Kemudian dibuatkan bedengan atau guludan dengan lebar 120 cm dan panjang 3 – 5 meter serta lebar parit antar bedengan adalah 50 cm.

Pembibitan Budidaya Kailan

Dalam pembibitan budidaya kailan dilakukan dengan proses persemaian. Persemaian kailan dilakukan pada bedengan pembibitan yang berukuran lebar 80 – 120 cm dan panjang 1-3 meter dengan curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20-30 cm. Dua minggu sebelum penyebaran benih, berikan pupuk dasar pada bedengan pembibitan. Kemudian bedengan yang sudah siap, bisa dilakukan penebaran benih. Lalu setelah ditebar, benih ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, dan disiram dengan sprayer. Setelah persemaian berumur 3 – 4 minggu bibit dapat dipindahkan ke lahan pertanian tempat budidaya kailan yang sudah dibuat sebelumnya.

Penanaman Budidaya Kailan

Dalam penanaman budidaya kailan dapat dilakukan dengan memindahkan bibit dari persemaian setelah umur bibit 3-4 minggu ke lahan pertanian tempat budidaya kailan. Jarak tanam dalam budidaya kailan yakni 40cm x 30 cm pada setiap bibitnya. Idealnya penanaman untuk budidaya kailan dilakukan pada sore hari, sebab cuacanya cenderung sejuk sehingga bagus untuk bibit. Akhir musim hujan merupakan waktu yang cocok untuk penanaman budidaya kailan karena sayuran kailan ini tidak menghendaki jika banyak tergenang air seperti pada musim penghujan.

Pemupukan Budidaya Kailan

I. Pemupukan Dasar untuk Budidaya Kailan(pada saat olah lahan/pembuatan bedengan)

Untuk pemupukan dasar pada budidaya kailan dipadukan dengan tanah lahan bedengan, pemupukan dasa ini bertujuan untuk menambah nutrisi-nutrisi baik pada tanah untuk pertumbuhan tanaman kailan. Disini kami berikan 2 cara untuk pemupukan dasar pada budidaya kailan. Bisa menggunakan cara pemupukan dasar budidaya kailan secara organik ataupun pemupukan dasar budidaya kailan secara kimia. Kedua cara tersebut sama saja, Namun lebih merekomendasikan yang organik karena lebih alami. Sahabat Tani Organik dapat memilih salah satunya sesuai yang diinginkan.

  • Cara Pemupukan Organik Budidaya Kailan: pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit + tepung ikan + tepung tulang/tepung bulu + disemprot nopatek + poc bmw
  • Cara Pemupukan Kimia Budidaya Kailan: pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit +  za + sp36 + kcl + disemprot nopatek + poc bmw
II. Pemupukan Susulan untuk Budidaya Kailan

Pemupukan susulan pada budidaya kailan juga sangat diperlukan sekali agar budidaya kailan menghasilkan kualitas yang baik dan maksimal. Dalam pemupukan susulan budidaya kailan kita berikan 2 cara juga. Sahabat dapat menggunakan pemupukan susulan secara organik ataupun secara kimia. Silahkan pilih cara pemupukan mana yang sahabat minati.

CARA PEMUPUKAN ORGANIK BUDIDAYA KAILAN

  • Pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) 1 karung + dolomit 4 kg + tepung ikan 4 kg + tepung tulang/tepung bulu 4 kg + nopatek 1 btl + poc bmw 1 btl. Semua bahan dimasukkan ke dalam drum 200 ltr, ditambahkan air sampai hampir penuh, diaduk rata. Kemudian drum ditutup rapat, dan diamkan 5 hari. Bahan siap digunakan.
  • Cara penggunaan: ambil 1/2 gayung pupuk dari peraman kemudian tambahkan air 1 ember falkon. Diaduk, lalu kocorkan ke tanaman kailan, perbandingan dosis 100 ml per lubang tanam.

CARA PEMUPUKAN KIMIA BUDIDAYA KAILAN

  • Pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) 1 karung + dolomit 4 kg +  za 4 kg + sp36 2 kg + kcl 3 kg + nopatek 1 botol + poc bmw 1 btl. Semua bahan dimasukkan ke dalam drum 200 ltr, ditambahkan air sampai hampir penuh, diaduk rata. Kemudian drum ditutup rapat, dan diamkan 5 hari. Bahan siap digunakan.
  • Cara penggunaan: ambil 1/2 gayung pupuk dari peraman kemudian tambahkan air 1 ember falkon. Diaduk, lalu kocorkan ke tanaman kailan, perbandingan dosis 100 ml per lubang tanam.

Pemeliharaan Budidaya Kailan

Pemeliharaan pada budidaya kailan perlu dilakukan untuk memelihara kualitas dari tanaman kailan itu sendiri. Pemeliharaan pertama yang dilakukan yaitu penyiraman. Penyiraman ini dilakukan pada pagi dan sore hari, Namun, apabila terjadi hujan penyiraman tidak perlu dilakukan. Dalam melakukan penyiramaan harus menggunakan alat penyiraman seperti embrat agar air siraman tidak merusak tanaman kailan apa lagi pada bibit yang baru ditanam. Pemeliharaan selanjutnya dengan melakukan penyulaman jika ada tanaman yang gagal tumbuh atau mati. Sebaiknya penyulaman dilakukan seminggu setelah penanaman supaya memperoleh pertumbuhan yang serempak. Lalu berikan juga pemupukan susulan pada budidaya kailan ketika tanaman berumur kira-kira 20 hari.

Hama dan Penyakit Budidaya Kailan

Hama yang sering ada pada budidaya kailan sama seperti hama dan penyakit yang menyerang pada budidaya sawi juga. Beberapa hama yang sering ada pada budidaya kailan yakni Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat tritip (Plutella maculipennis), Siput (Agriolimas sp.), Ulat Thepa javanica, Cacing bulu (cut worm). Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida hayati ANTILAT 4 hari sekali secara rutin, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air.

Selain hama yang menyerang budidaya kailan, penyakit tanaman juga sering menyerang sayuran ini. Beberapa penyakit yang biasa menyerang pada budidaya kailan yakni Penyakit akar pekuk, Bercak daun alternaria, Busuk basah (soft root), Penyakit embun tepung (downy mildew), Penyakit rebah semai (dumping off), Busuk daun, busuk Rhizoctonia (bottom root), Bercak daun dan Virus mosaik. Untuk pengendalian penyakit yang menyerang budidaya kailan ini yakni dengan menyemprotkan fungisida hayati NOPATEK 4 hari sekali secara rutin, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air. Selain itu juga perlu menjaga kondisi kelembaban dan genangan air.

Panen Budidaya Kailan

Budidaya kailan umumnya sudah bisa dipanen pada saat umur budidaya 7 – 8 minggu dari waktu penanaman. Proses pemanenannya dengan cara mencabut tanaman kailan sampai akarnya. Kemudian bersihkan dengan air. Dalam proses pencabutan perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak kualitas hasil panen. Sesudah dilakukan pemanenan, kailan jangan terlalu lama disimpan di lahan pertanian sebab keadaan iklim di lahan mungkin tidak selalu cocok. Kailan yang sudah di panen harus segera diangkut dan disimpan dalam sebuah ruangan beriklim sejuk, sinar matahari langsung harus dihindari sebab bisa menyebabkan kailan menjadi layu dan tidak segar lagi.

Demikian pembahasan mengentai Cara Budidaya Kailan Di Lahan Pertanian, Insyaalloh untuk budidaya kailan ini dapat membuahkan hasil yang menguntungkan. Salam Sukses..

Baca juga artikel budidaya lainnya :

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>