Begini Cara Agar Tanaman Sayur Subur Montok Meskipun di Dataran Rendah – (Tasikmalaya, 2014)

9 October, 2014 Teknik Budidaya  Komentar

Begini Cara Agar Tanaman Sayur Subur Montok Meskipun di Dataran Rendah – (Tasikmalaya, 2014)

Banyak yang beranggapan bahwa menanam sayur mayur itu harus di daerah dingin atau dataran tinggi, seperti di pegunungan, supaya tumbuh subur dan daunnya montok. Namun, kami tidak sepenuhnya sependapat dengan itu, karena di dataran rendah atau di daerah panas pun bisa tumbuh subur asalkan kebutuhan air dan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Kami sering menanam berbagai macam jenis sayuran di wilayah kami yang bisa dibilang dataran rendah, ketinggian sekitar 300-400 dpl, dengan suhu sedang-panas. Sebagai contoh saja, belum lama ini kami menanam selada keriting di polibag, di tengah cuaca panas (musim kemarau). Meskipun hanya beberapa pohon, namun kami ingin menunjukkan kepada para pemirsa bahwa menanam sayuran itu mudah dan bisa dilakukan di pekarangan rumah, tanpa harus risau dengan ketinggian lahan dan panasnya temperatur lingkungan. Patut bersyukur kepada Alloh SWT bahwa bumi Indonesia ini secara umum sangat cocok untuk ditanami berbagai macam jenis tanaman.

Baiklah, sekarang mari simak langkah-langkah menanam tanaman sayur (dalam hal ini selada/lettuce) di pekarangan rumah dengan mengandalkaan wadah atau polybag.

1. Menyemai Benih

Selada keriting memiliki nama latin Lactuca Sativa. Kita akan menanamnya mulai dari benih. Benih selada bisa sahabat peroleh di toko benih atau toko pupuk. Bila tidak ingin ribet, sahabat bisa memesannya kepada kami, klik di sini.

Kita menyemai benih selada dari bijinya, cukup taburkan di atas tanah + kompos yang basah lembab (bukan becek). Sahabat bisa menggunakan wadah nampan yang dibolongi bawahnya, atau baki khusus semai benih (tray), lihat gambar 1 dan 2. Benih akan mulai berkecambah dan kemudian muncul dua daun bayi setelah beberapa hari disemai. Rawatlah dengan baik masa persemaian ini. Simpan persemaian di tempat yang tersinari matahari, namun pastikan media jangan sampai kekeringan namun juga jangan sampai becek.

Gambar 1. Menyemai benih selada di wadah, dengan media tanah + kompos, perbandingan 3 : 1.

2. Pindah Tanam

Benih sudah layak dipindah tanam setelah memiliki daun sempurna sebanyak 4-5 helai, biasanya usia sekitar 3 minggu setelah tabur biji.

Gambar 3. Menarik benih dari persemaian untuk dipindah tanam. Lakukan secara perlahan-lahan, jangan sampai akarnya rusak.

Gambar 4. Media dan akar harus dijaga jangan sampai rusak.

Sahabat bisa menanam selada di wadah/polybag berdiameter sekitar 15 – 20 cm. Isilah polybag dengan media berupa: tanah + kompos, atau tanah + kotoran hewan. Komposisi tanah dianjurkan 2 sampai 3 kali lipat dari kompos/kohe. Bila sifat tanahnya liat atau keras, dianjurkan mencampurkan sekam padi 1 bagian untuk memperbaiki porositas tanah. pH ideal untuk media tanam selada berkisar 5 – 6,8. Namun untuk skala hobi, kita tidak perlu berfikir rumit dulu, yang penting tanam! 🙂

Gambar 5. Menanam selada (dan sayuran lain) di polybag

Bila Sahabat menanamnya di lahan, jarak tanamnya jangan terlalu rapat biar tanaman berkembang pesat, cobalah sekitar 30-40 cm.

Gambar 6. Contoh menanam selada di lahan.

Gambar 7. Selada yang baru saja kami tanam. Nampak segar bugar. Penanaman tanggal 04-09-2014.

Gambar 8. Selada usia 11 hst. Pertumbuhan prima.

Selada yang sudah ditanam tentu perlu dirawat agar tumbuh dengan baik. Perawatan ini meliputi penyiraman rutin, pemupukan dan penyiangan. Penyiraman disesuaikan dengan cuaca. Jika cuaca kering/panas, lakukan penyiraman 2 atau 3 kali dalam sehari. Penyiraman di tengah hari boleh dilakukan namun dengan intensitas air yang cukup banyak untuk menghindari tanaman layu mendadak. Jika cuaca basah/hujan, maka penyiraman jangan dilakukan untuk menghindari media terlalu lembab.

3. Pemupukan

Tanaman selada kami ini dibudidaya secara organik, mengandalkan pupuk KOCOR BMW untuk pemupukan susulannya. Tidak ada penambahan pupuk kimia/NPK lagi. Penggunaan KOCOR BMW adalah dikocorkan menggunakan cangkir atau disiramkan menggunakan gembor/embrat.

Gambar 9. Ini bukan bajigur, tapi pupuk KOCOR BMW yang siap diaplikasikan ke tanaman selada dan tanaman sayuran lainnya di halaman, termasuk cabe dan tomat.

Gambar 10. Aplikasi KOCOR BMW (setelah diencerkan dengan air), dosisnya 1 gelas untuk 3 pohon selada.

Hasilnya ya seperti ini… alhamdulillah sip… 🙂

Gambar 11. Selada yang subur segar dengan pupuk yang sederhana…

Gambar 12. Sebetulnya diperlukan sinar matahari penuh untuk menunjang pertumbuhan selada yang baik dan sehat.

Gambar 13. Meskipun penerimaan sinar matahari tidak begitu optimal, namun alhamdulillah pertumbuhan selada kami mantep juga…

4. Penanganan Penyakit dan Hama

Penyakit yang kerap menyerang selada keriting adalah bercak daun, disebabkan oleh cendawan Cerospora capsici dan Alternaria. Biasanya muncul menjelang masa panen. Sahabat bisa menggunakan NOPATEK untuk mengatasinya.

Adapun hama yang perlu diwaspadai adalah ulat tanah. Namun hama ulat ini umumnya hanya menyerang tanaman selada muda, usia satu hingga dua minggu. Setelah itu ulat tak menyukai rasa daunnya. Untuk mengatasi serangan ulat, kami menyemprotkan ANTILAT seminggu sekali terutama di usia muda.

Gambar 14. Aplikasi ANTILAT, NOPATEK dan POC BMW.

Gambar 15. Peran dari POC BMW adalah untuk merangsang agar daun selada tumbuh cepat dan lebar-lebar.

Gambar 16. Bukan hanya daunnya menjadi lebar-lebar, namun juga warnanya menjadi lebih moronyoy mengkilap… he

Gambar 17. Tanaman selada kami banyak dilirik para tetangga yang lewat… 🙂

Gambar 18. Daun yang hijau segar… menggoda untuk disantap dengan sambal…

Pemanenan

Selada keriting biasanya dipanen setelah usia 20 – 30 hari setelah tanam. Jadi, bila dihitung dari penyemaian, maka usianya sekitar 40-60 hari. Potensi tanaman selada keriting bisa mencapai 15-20 ton per hektar, sedangkan harga jualnya di wilayah kami berkisar Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per kg, tergantung pasar. Lumayan kan kalo kita nanam selada 1 Ha? Yuk, kita nanam…!!

Gambar 19. Menanam selada itu menggiurkan… kenapa pada nggak mau nanam selada?? Aneh orang kita mah… 🙂

Cara panen selada adalah dengan mencabut tanaman sampai keakar-akarnya. Bagian akar selada kemudian dicuci, daun-daun yang rusak dipreteli. Selada keriting yang sudah dipanen selanjutnya dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Pengerjaan pasca panen ini harus dilakukan dengan sigap dan cepat karena tanaman selada keriting tidak tahan panas dan penguapan. Bila memerlukan penyimpanan sebelum pengangkutan ke pasar, maka simpanlah di tempat yang lembab (dekat dengan air) atau secara rutin disemprot air.

Gambar 20. Menanam selada itu… mudah!

Para generasi muda yang ingin pensiun dari status “menganggur”… mari menanam selada 🙂 Cukup ikuti tahapan-tahapannya seperti di atas… insya alloh mudah difahami dan siapa pun bisa. Bila ada yang ingin ditanyakan, hubungi kami saja… wassalamu’alaikum

*****

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat jangan pelit ya untuk men-share di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK :
  • SMS/Telp: 0821-1547-5387
  • WhatsApp: 0896-6673-9495
  • BBM: 53551D73
  • Email: pelanggan@taniorganik.com

*****

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.




tags:

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>