Alhamdulillah, Sampai Saat Ini, Tanaman Cabai Kami Terhindar dari Layu Fusarium!

19 July, 2013 Teknik Budidaya  4 komentar

Alhamdulillah, Sampai Saat Ini, Tanaman Cabai Kami Terhindar dari Layu Fusarium!

Bertanam cabai selamat dari ancaman layu fusarium, boleh dibilang suatu berkah dari Sang Maha Pencipta, Alloh SWT, yang patut disyukuri. Betapa tidak, fusarium merupakan suatu penyakit yang daya rusaknya sangat tinggi, pada tanaman cabai khususnya, maupun tanaman palawija pada umumnya. Fusarium bukan hanya mengancam pertanian di lahan terbuka, melainkan juga di lahan tertutup seperti greenhouse/hidroponik. 

Gambar 1. Pada usia 60 hari ini, tanaman cabai keriting mas Zainik (Depok) tidak satu pun yang tumbang oleh layu fusarium. 

Puji syukur pada Alloh SWT, tanaman cabai kami sehat sentosa dan berbuah dengan lebatnya…

Di samping tidak lupa berdo’a dan shalat hajat, ikhtiar pun harus kita jalani dengan segenap upaya agar tanaman tumbuh sehat dan bisa panen sukses… 🙂 Nah, dalam upaya menangkal serangan layu fusarium pada tanaman cabenya, mas Zainik tidak sedikitpun menggunakan fungisida berbasis kimia, melainkan hanya mengandalkan NOPATEK yakni fungisida hayati dari Bumi Makmur Walatra (BMW) yang murah meriah….

Apa Layu Fusarium Itu?

Layu fusarium adalah penyakit layu pada tanaman yang disebabkan oleh jamur/cendawan patogen, gejalanya hampir mirip dengan layu Verticillium. Patogen yang menyebabkan layu fusarium adalah Fusarium oxysporum atau disingkat F. oxysporum. Spesiesnya dibagi lagi berdasarkan tanaman inang yang bersangkutan, yang dikenal dengan forma specialis.

Tanaman Inang

Jamur patogen Fusarium oxysporum menginfeksi berbagai macam tanaman dari segala usia. Yang paling umum adalah cabai, tomat, mentimun, melon, paprika, terong, kentang, kacang-kacangan, cucurbits, asparagus, ubi jalar, tembakau, pisang, bunga hias, tumbuhan herba, dan banyak lagi. 

Gejala dan Cara Fusarium Menginfeksi Tanaman

Patogen fusarium umumnya berawal dari tanah, masuk dan menyerang tanaman dari akar, kemudian bergerak naik ke batang dan jaringan daun.  Hal ini menyebabkan pembuluh tanaman menjadi tersumbat, sehingga tanaman menjadi “dehidrasi dan kelaparan” karena tidak bisa menyerap dan mentransportasikan air dan nutrisi/makanan ke seluruh jaringan tanaman (yang dibutuhkan untuk pertumbuhan). Alhasil tanaman menjadi sekarat, dengan gejala awal tanaman lesu/layu, daun-daun menguning, nekrosis dan rontok, batang menjadi coklat hitam, ranting-ranting terkulai, dan kemudian diikuti dengan kematian tanaman. Istilahnya, fusarium membunuh tanaman dari dalam, dan mungkin bisa diibaratkan serangan “stroke” pada manusia 🙂

Jika Sahabat Organik pernah bertani cabai, mungkin suatu waktu pernah menyaksikan di mana tanaman tampak layu di cuaca terik dan “bugar” kembali di sore hari sampai pagi hari. Begitu terus selama beberapa hari dan kondisinya terus memburuk sampai akhirnya tanaman mati. Itulah salah satu pertanda kalau tanaman terinfeksi fusarium.

Berikut ini adalah contoh penampakan tanaman cabai yang terserang fusarium. Sangat mengenaskan dan sangat merugikan… daun-daun dan ranting-ranting tanaman menjadi kering, batang tanaman mati dan pertumbuhan berhenti.

Ladang cabai milik petani di Tasikmalaya, Jabar, yang berhasil kami jepret beberapa bulan lalu. Tampak disikat layu fusarium.

Gambar 2. Ladang cabai milik petani di Tasikmalaya, Jabar, yang berhasil kami jepret beberapa bulan lalu. Tampak tepar disikat layu fusarium.

Penyebaran

Seperti kebanyakan patogen, cendawan fusarium bisa dengan mudah menyebar melalui berbagai media perantara: alat berkebun, tangan dan pakaian petani, serangga, air, bahkan udara. Ia bisa bertahan selama bertahun-tahun pada tanah. Praktek rotasi tanaman yang dilakukan petani bukan berarti akan membunuh atau memangkas siklus hidup cendawan yang satu ini, namun hanya sebatas meminimalisir tingkat serangan saja.

Serangan layu fusarium pada tanaman tomat.

Gambar 3. Serangan layu fusarium pada tanaman tomat.

Cobaan Yang Harus Dihadapi dengan Tabah

Saat tanaman cabai mulai menunjukkan gejala layu, para petani cabai seringkali merasa terhenyak, sedih, kadang pupus harapan. Hal ini karena jika sudah terjadi satu atau dua pohon, selanjutnya akan merembet menjadi beratus atau bahkan beribu pohon berikutnya…. Dan yang bikin getir, kebanyakan kasus tidak bisa tertolong meskipun dengan berbagai macam fungisida kimia diterapkan secara intensif. Yang ada hanya pengeluaran uang dan uang… penantian yang panjang, dan hasil panen yang tak mungkin bisa diharapkan… membuat kondisi ekonomi petani semakin sekarat saja…

Di sinilah benar-benar akan terasa kesabaran kita diuji oleh Sang Maha Kuasa, dan tidak ada lagi yang harus kita perbuat untuk mengatasi tantangan ini adalah: BERDO’A, BELAJAR dan terus BELAJAR mencari solusinya!

Kenapa demikian? Karena permasalahan fusarium ternyata bukan hanya permasalahan petani kita di tanah air saja, melainkan juga permasalahan global di banyak negara. Itu yang harus kita sadari. Negara-negara maju di bidang pertanian pun, toh, merasakan kesulitan yang sama saat berhadapan dengan “wabah” mengerikan yang satu ini.

Ladang cabai di Korea Selatan, luluh lantak digasak layu fusarium.

Gambar 4. Ladang cabai di Korea Selatan, luluh lantak digasak layu fusarium. (Foto: agriculture.co.kr)

Begitu pun di Jepang, ladang cabai greenhouse ini tak berdaya dengan layu fusarium.

Gambar 5. Begitu pun di Jepang, ladang cabai greenhouse ini tak berdaya dengan layu fusarium. (Foto: nogyo.tosa.pref.kochi.lg.jp)

Bagaimana Mengatasi Fusarium?

 

Bagaimana Kami Mengantisipasi Fusarium?

 

Pertumbuhan cabai keriting mas Zainik pada minggu-minggu awal.

Gambar 6. Usia 20 hari – Pertumbuhan cabai keriting mas Zainik pada minggu-minggu awal: tidak ada gejala fusarium ditemukan. Pertumbuhan tanaman sehat.

 

Usia 27 hari - Tanaman semakin tumbuh subur, dengan tunas-tunas samping yang lebat dan sehat, juga tidak ditemukan fusarium. (Usia

Gambar 7. Usia 27 hari – Tanaman semakin tumbuh subur, dengan tunas-tunas samping yang lebat dan sehat, juga tidak ditemukan fusarium. 

 

Usia 33 hari - Tanaman tumbuh semakin melesat, tanpa diwiwil/dirempel. Juga tidak ditemukan layu fusarium.

Gambar 8. Usia 33 hari – Tanaman tumbuh semakin melesat, tanpa diwiwil/dirempel. Juga tidak ditemukan layu fusarium satu pohon pun.

 

Di usia yang masih "belia", tanaman sudah belajar berbuah dan berbuanga lebat.

Gambar 9. Di usia yang masih “belia”, tanaman sudah belajar berbuah dan berbunga lebat.

 

Meskipun tanpa dirempel, tanaman tumbuh tinggi dan tunas samping bongsor-bongsor. Juga tidak ditemukan fusarium.

Gambar 10. Meskipun tanpa dirempel, dan pemupukan kimianya hanya 3 sendok makan saja per drum (100 ltr), tanaman cabai tumbuh tinggi dan tunas samping bongsor-bongsor. Kereenn…

 

Kini tanaman semakin dewasa, berbuah amat lebat, panjang-panjang dan berisi. Tunas-tunas samping yang tidak dirempel itu, berbuah lebat juga dengan kualitas yang sama bagus. Alhamdulillah, sampai sekarang pun fusarium itu kesulitan "menembus" cabai kami.

Gambar 11. Usia 60 hari, tanaman semakin dewasa, berbuah amat lebat, panjang-panjang dan berisi. Tunas-tunas samping yang tidak dirempel itu, berbuah lebat juga dengan kualitas yang sama bagus. Alhamdulillah, sampai sekarang pun fusarium itu kesulitan “menembus” cabai kami.

 

Bapak Zainik, berpose santai dalam sinetron: "Menanti Jemuran Kering"... :)

Gambar 12. Bapak Zainik, berpose santai dalam sinetron: “Menanti Jemuran Kering”… 🙂

 

 *****

Terimakasih sahabat TaniOrganik atas kunjungannya. Kalau laman ini bermanfaat silakan dishare di Facebook atau Twitter. Ditunggu pula partisipasinya untuk mengisi komentar pada form di bawah.
PEMESANAN PRODUK : 0896-6673-9495

KESAKSIAN HASIL APLIKASI

Berikut ini kami tampilkan sebagian hasil aplikasi Pupuk Organik Cair POC BMW dari berbagai kota. Nampak bahwa Pupuk Organik Cair POC BMW memberi pengaruh yang luar biasa pada pertumbuhan tanaman, kuantitas dan kualitas hasil panen.

  • Cabe merah berbuah super lebat (Bpk Agus, Banyuwangi). Penyemprotan dengan POC BMW yang mengandung hormon buah yang tinggi.

tags:

4 komentar untuk Alhamdulillah, Sampai Saat Ini, Tanaman Cabai Kami Terhindar dari Layu Fusarium!

  • Anonymous says:

    Maaf dari artikel ini tidak ada petunjuk mengapa bisa terhindar dari layu fusarium?

    • taniorganik says:

      artikelnya blm beres mas… nanti deh sy lanjutin.. wassalam.

  • Anonymous says:

    Bagaimana Kami Mengantisipasi Fusarium?
    Mana jawabannya!

    • taniorganik says:

      artikelnya blm beres…
      insya allah sy lanjutin.. wassalam.

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>